Jakarta, CNN Indonesia --
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk meresmikan wajah baru Gedung Kantor Wilayah Jawa Tengah-Daerah Istimewa Yogyakarta (Jateng-DIY) sekaligus membuka Digital Store Karang Ayu sebagai bagian dari percepatan transformasi jasa perseroan.
Gedung nan dipadukan dengan gedung cagar budaya (heritage) itu menjadi simbol komitmen BTN dalam menghadirkan jasa perbankan terbaik, modern dan inklusif bagi masyarakat Jateng dan DIY.
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menyampaikan bahwa pembaruan gedung ini merupakan lanjutan dari agenda transformasi nan telah dijalankan dalam dua tahun terakhir, baik dari sisi operasional maupun modernisasi fisik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini adalah bagian dari transformasi di BTN. Kita memang setahun dua tahun terakhir banyak melakukan perubahan, termasuk bentuk kantor. Jadi banyak perihal nan kita ubah," ujar Nixon dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (2/12), dikutip dari ANTARA.
Ia menilai letak gedung terletak strategis di Jalan Mgr. Sugiopranoto Kota Semarang nan merupakan pusat komersial, perbankan, dan aktivitas masyarakat Semarang.
BTN menggabungkan kreasi modern dengan gedung heritage lama nan tetap dipertahankan. Perpaduan tersebut menjadi identitas baru BTN nan kokoh dan berwawasan ke depan untuk mendukung produktivitas, kualitas jasa dan inovasi.
Gedung tersebut dilengkapi beragam akomodasi seperti rubanah (basement), aula, ruang rapat, musholla, ruang laktasi, area hiburan, sky garden, serta rooftop.
"Lokasi ini strategis, tetap kita pertahankan gedung heritage. Ini jadi seru antara heritage dan gedung modern, desainnya kita satukan menjadi representasi perjalanan BTN dengan tetap menjaga warisan, namun tampil modern dan berbasis teknologi," ungkapnya.
BTN memodernisasi gedung heritage tersebut menjadi Digital Store pertama di Jawa Tengah dan ke-11 di Indonesia. Kantor bagian digital ini menggantikan kegunaan teller dan customer service dengan sistem berbasis digital dan logika imitasi (AI).
Nasabah dapat membuka rekening hanya dalam 3-5 menit melalui pemindaian KTP nan terintegrasi dengan Dukcapil. Hingga kini, lebih dari 20 instansi bagian BTN telah dikonversi menjadi bagian digital.
"Dalam transformasi digital ini BTN tidak melakukan PHK alias lay-off karyawan. Mereka kami pindahkan ke kegunaan nan lebih krusial seperti sales dan operations lantaran memang fungsinya sudah bisa digantikan oleh teknologi dan AI. Dengan langkah ini pelayanan jauh lebih baik, lebih cepat, lebih akurat," kata Nixon.
Dalam kesempatan itu, Nixon juga menyoroti ekonomi Jawa Tengah nan terus tumbuh. Berdasarkan info Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Jateng pada triwulan III 2025 tercatat melaju 5,37 persen secara tahunan, melampaui rata-rata nasional.
Pertumbuhan tersebut ditopang sektor-sektor utama seperti industri pengolahan/manufaktur, perdagangan besar dan eceran, pertanian, serta konstruksi. Gabungan empat sektor tersebut menyumbang 70-75 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jateng.
"Stabilitas dan pertumbuhan pada multi sektor menghasilkan pedoman profil masyarakat nan beragam, meliputi pekerja tetap, pelaku upaya UMKM, profesional, hingga pekerja industri nan menjadi potensi upaya bagi BTN," beber Nixon.
Ke depan, lanjutnya, BTN bakal memperluas ekspansi pembiayaan perumahan dan non-perumahan (beyond mortgage), termasuk pembiayaan UMKM melalui program seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) di sektor perumahan ialah Kredit Program Perumahan (KPP) dengan kembang 6 persen.
Program ini menyasar pekerja informal dan wirausaha nan sebelumnya susah mengakses angsuran pemilikan rumah (KPR) lantaran tidak mempunyai slip gaji.
"Sekarang tidak ada argumen lagi. Pemerintah sudah menyiapkan KPP hingga Rp500 juta nan disubsidi negara. Developer mini juga bisa memanfaatkan plafon hingga Rp5 miliar per putaran, empat kali putaran sampai Rp20 miliar," jelas Nixon.
Perseroan juga berupaya memperkuat kemitraan dengan pemerintah wilayah dan komunitas, baik di sektor perumahan maupun non-perumahan. Nixon menyatakan portofolio angsuran BTN saat ini tetap didominasi sektor perumahan dengan porsi 85 persen, namun nomor itu telah menurun dari sebelumnya 95 persen.
"Bukan lantaran angsuran perumahan melambat, tetapi lantaran angsuran non-perumahan tumbuh lebih cepat. Kami menargetkan porsi angsuran perumahan dan non-perumahan dapat mencapai 70-30 persen pada 2029. Sisi non-perumahan bakal terus kami dorong, termasuk UMKM, agar BTN dapat berkontribusi lebih besar pada pertumbuhan ekonomi daerah," ujarnya.
Adapun Nixon berambisi akomodasi komplit dan jasa digital nan dihadirkan di gedung baru dapat memperkuat keahlian Kanwil Jateng DIY sekaligus menjadikan BTN sebagai role model digital banking di daerah.Mas Benny menyampaikan bahwa ketiga raperda nan dibahas dalam rapat paripurna tersebut semuanya telah disetujui oleh DPRD Kabupaten Klaten.
(ory/ory)
[Gambas:Video CNN]
4 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·