Jakarta, CNN Indonesia --
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk memperkuat komitmen transisi industri perbankan berkepanjangan melalui penerapan prinsip green banking. Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menyampaikan perihal tersebut dalam forum Metro TV Green Summit 2026 di Jakarta, Kamis (22/1).
Ia menyebutkan, BTN menjadi bank pertama di Indonesia nan meraih ESG Rating AA dari MSCI pada 2025. Pencapaian ini membuktikan posisi perusahaan dalam penerapan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) di sektor perbankan nasional.
"BTN menjadi bank pertama di Indonesia nan meraih rating AA dari MSCI lantaran aspek utama nan sudah clear ialah BTN tidak membiayai sektor-sektor nan membikin langit jadi kotor. Kami tidak punya portofolio sama sekali di batu bara dan sawit, artinya kami tidak masuk ke sektor ekstraksi bumi," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (23/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekitar 90 persen portofolio angsuran BTN saat ini terserap pada sektor perumahan dan bangunan nan kebanyakan disalurkan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Fokus pada pembiayaan rumah bagi MBR, nyaris mencapai 6 juta keluarga, memperkuat kontribusi perusahaan dalam aspek sosial.
Sisa 10 persen portofolio BTN tetap berangkaian dengan sektor perumahan dan prasarana pendukungnya. BTN membiayai korporasi nan membangun pengedaran air untuk perumahan dan ikut dalam sindikasi angsuran untuk pengedaran listrik PLN, bukan pembangkit listriknya.
"BTN adalah satu-satunya bank di Indonesia nan disebut sebagai 'bank fokus'," tegas Nixon.
BTN juga menerapkan prinsip ekonomi sirkular dalam operasional bisnisnya melalui program Rumah Rendah Emisi. Program ini menargetkan 150.000 unit rumah hingga 2029 dengan memberikan pembiayaan berbunga rendah kepada developer nan menggunakan material ramah lingkungan.
BTN bekerja sama dengan startup seperti Rebricks nan mengolah sampah plastik menjadi bahan bangunan. Material seperti bata, genteng, dan paving block diolah dari sampah sachet mie instan dan kopi instan nan tidak dapat diurai namun lebih kuat.
Rumah rendah emisi dirancang dengan standar tertentu seperti jendela berukuran dua pertiga dari dinding. Lampu di kompleks perumahan juga didorong menggunakan panel surya meski investasi awal lebih tinggi.
BTN baru-baru ini meluncurkan program 'Bayar Angsuran-Mu Pakai Sampah-Mu' untuk debitur KPR. Sampah rumah tangga nan dikumpulkan bakal diolah oleh startup Rekosistem dan dikonversi menjadi rupiah untuk mengurangi angsuran bulanan.
Debitur dengan angsuran rata-rata Rp1,2 juta per bulan dapat mengurangi angsuran sekitar Rp100 ribu hingga Rp120 ribu melalui pengumpulan sampah. Program ini mendorong monetisasi sampah sekaligus mengurangi emisi karbon dari pengelolaan limbah.
BTN juga menerapkan prinsip ESG dalam operasional harian seperti digitalisasi untuk mengurangi penggunaan kertas. Kantor BTN menggunakan kendaraan listrik dan memasang panel surya di beragam lokasi.
Dari sisi sosial, BTN memastikan keseimbangan kelamin tenaga kerja dengan komposisi nyaris 50-50 antara laki-laki dan wanita. Perusahaan juga mempekerjakan tenaga kerja disabilitas sebagai corak inklusi.
Nixon menilai transisi ke praktik perbankan ramah lingkungan semakin mendesak dilakukan. Bencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat nan menimbulkan ribuan korban jiwa menunjukkan rumor perubahan suasana tidak bisa diabaikan.
Industri perbankan nasional tidak perlu menunggu pemerintah alias regulator untuk mewajibkan green banking. Setiap bank dan lembaga finansial dapat menerapkan prinsip keberlanjutan dengan inisiatif masing-masing.
"Jadi, banking system kudu bergerak. Harus ada will (kemauan) dan keberanian untuk memulai," kata dia.
Dirinya pun menunjukkan bahwa angsuran BTN tetap bertumbuh, sehingga tidak perlu cemas kehilangan upaya alias margin dengan menerapkan praktik berkelanjutan.
"Semua bank tentunya mau mempunyai rating ESG nan baik, tapi kita jangan menunggu pemerintah mewajibkan praktik keberlanjutan di perbankan. Diatur ataupun tidak diatur, banyak perihal nan bisa dikerjakan tanpa kudu menunggu," pungkas Nixon.
(rir)
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·