Jakarta, CNN Indonesia --
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat dari total angka pengangguran sebanyak 7,35 juta orang per November 2025, nan paling banyak adalah lulusan SMK sebesar 8,45 persen.
Sedangkan, pengangguran nan paling sedikit adalah lulusan Sekolah Dasar (SD) nan sebesar 2,29 persen dari 7,35 juta orang nan tidak bekerja.
Berdasarkan info BPS nan dirilis pada Kamis (5/2), pengangguran tingkat SMK turun dari 8,63 persen pada Agustus 2025. Begitu juga dengan lulusan SD nan turun dari 2,3 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengangguran tertinggi kedua adalah lulusan SMA dengan besaran 6,55 persen alias turun dari 6,88 persen pada Agustus 2025. Ketiga, pengangguran terbanyak adalah lulusan D-IV, S1, S2 dan S3 nan tercatat 5,38 persen.
Lalu, disusul lulusan DI/II/III dengan jumlah sebanyak 4,22 persen nan menganggur. Kemudian, lulusan SMP nan menganggur ada sebanyak 3,76 persen hingga November 2025.
Pengangguran nan dicermati BPS adalah masyarakat usia 15 tahun ke atas nan tidak bekerja tapi sedang mencari pekerjaan, mempersiapkan upaya baru, sudah diterima bekerja alias sudah siap berupaya tetapi belum mulai bekerja alias berusaha, alias merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan (putus asa).
Adapun pengangguran tercatat dari kalkulasi jumlah masyarakat nan semestinya masuk angkatan kerja sebanyak 155,27 juta orang, hanya 147,91 juta orang nan sukses bekerja, sehingga sisanya menganggur.
Pengangguran terbanyak ada di wilayah perkotaan sebanyak 5,65 persen dan di perdesaan hanya 3,31 persen. Di mana, berasas jenis kelamin, pengangguran laki-kali sebanyak 4,75 persen dan wanita 4,71 persen.
Sementara itu, secara rinci, dari 147,91 juta orang masyarakat bekerja, hanya 100,49 juta nan tercatat bekerja penuh. Sisanya, sebanyak 35,85 juta orang bekerja paruh waktu dan 11,55 juta orang separuh menganggur.
[Gambas:Video CNN]
(ldy/pta)
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·