Jakarta, CNN Indonesia --
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X mengaku memerintahkan jajarannya untuk melakukan operasi terhadap tempat penitipan anak (daycare) di wilayahnya.
Hal itu buntut terbongkarnya praktik kekerasan terhadap anak-anak balita nan dititipkan di Daycare Little Aresha di Kota Yogyakarta. Belakangan diketahui Daycare Little Aresha itu beraksi tanpa izin dari pihak terkait.
Menurut Sri Sultan, lembaga nan beraksi tanpa izin resmi diduga berisiko mendatangkan masalah di kemudian hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Guna menindaklanjuti perihal tersebut, Sultan menginstruksikan agar seluruh tempat penitipan anak nan tak berizin di daerahnya segera menghentikan operasionalnya saat ini juga.
"Namanya terlarangan itu mesti bermasalah. Kalau maunya baik-baik ya mesti legal. Jadi, sebetulnya, jika saya ya begitu terlarangan tutup sementara agar diproses legal. Selama tidak mau legal, jangan boleh dibuka sehingga tidak terulang," kata laki-laki nan juga Sultan Keraton Jogja tersebut.
Sri Sultan memerintahkan jajarannya segera merancang surat info untuk menjadi mandat bagi pemerintah kabupaten/kota bergerak melakukan operasi lapangan menyisir lembaga-lembaga nan tidak layak, baik secara arsip maupun kualitas layanan.
"Makanya saya minta sigap untuk kreasi surat edaran. Harapan saya kabupaten/kota melakukan operasi. Lihat ada nan ilegal, nan tidak memberikan pelayanan nan tidak baik seperti apa," katanya di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Rabu (29/4) dikutip dari Antara.
Sultan juga mengkritisi praktik komersialisasi pada daycare ilegal nan seringkali menawarkan waktu penitipan hingga larut malam, namun mengabaikan standar perlindungan anak.
Menurut Sultan, izin resmi adalah syarat absolut nan tidak bisa ditawar. Selanjutnya, meski izin sudah diberikan, pengawasan ketat kudu pula dilakukan agar pelayanan tetap prima.
"Yang krusial kan pelayanannya lantaran nan legal pun belum tentu pelayanan itu baik, apalagi ilegal. Ya memang mereka memberikan kebebasan, dititipkan sampai jam 10 malam boleh. Tapi, mesti cost-nya juga mending tambah. Ra mungkin ora [tidak mungkin tidak]," kata Sri Sultan.
Pada kesempatan itu, Sri Sultan mengaku heran tindakan kekerasan terhadap anak-anak balita di Daycare Little Aresha itu justru dilakukan para wanita nan semestinya mempunyai hatikecil pengasuhan alami sebagai seorang ibu.
"Saya heran itu [kekerasan] justru dilakukan oleh ibu-ibu. Memangnya dia enggak punya anak? Memperlakukan anak-anak di bawah umur seperti itu," kata Raja Keraton Jogja itu.
Tempat penitipan anak di Yogyakarta tersebut digerebek abdi negara kepolisian pada Jumat (24/4), lantaran kasus kekerasan dan penelantaran anak.
Dalam kasus ini, Polresta Yogyakarta telah menetapkan 13 orang tersangka nan terdiri atas pemilik yayasan, kepala daycare, hingga pengasuh di sana.
"Saya enggak ngerti mereka itu siapa. Ya jika laki-laki [pelaku kekerasan terhadap anak] mungkin, ya, tapi nan melakukan ibu-ibu sendiri kekerasan-kekerasan seperti itu," kata Sri Sultan.
[Gambas:Youtube]
(antara/kid)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·