Jakarta, CNN Indonesia --
Momen mudik bakal terjadi pada bulan ini, di mana Kementerian Perhubungan memperkirakan sebanyak 76,24 juta orang bakal bergerak menggunakan mobil pribadi. Sebelum berangkat, salah satu komponen mobil nan wajib diperiksa kelayakannya untuk perjalanan jarak jauh adalah ban.
Sebagai satu-satunya komponen nan bergesekan langsung dengan jalanan, ban sangat menentukan keselamatan berkendara selama perjalanan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ban dengan kualitas nan sudah menurun alias aus bakal rawan karena traksi ban ke permukaan jalan lemah sehingga kontrol mobil berkurang. Mobil juga bakal mengalami kesulitan ketika melintasi jalanan licin, tanjakan, alias penurunan.
Jika diforsir secara terus-menerus, ban nan sudah jelek kondisinya berisiko pecah secara tiba-tiba di tengah perjalanan. Hal ini justru merepotkan lantaran pengemudi kudu mengulur waktu guna mengganti ban, apalagi jika akses terhadap akomodasi perbaikan terbatas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karenanya, pengecekan ban merupakan poin wajib nan kudu diceklis sebelum melakukan perjalanan mudik. Berikut langkah jeli mengecek ban agar siap dipakai untuk mudik Lebaran.
1. Perhatikan TWI ban
Pengemudi dapat mengecek keausan permukaan ban melalui Thread Wear Indicator (TWI). Indikator ini dapat membantu mengukur ketebalan tapak ban.
Ban kudu segera diganti andaikan kembangan alur sudah menipis dan mendekati nomor 1,6 mm pada indikator. Kembangan alur berfaedah menjaga traksi mobil saat melaju di jalan.
2. Cek tekanan angin ban
Pemilik mobil wajib mengecek tekanan udara ban agar sesuai standar pabrikan sebelum melakukan perjalanan jauh. Perhatikan juga berat maksimal nan bisa digendong sesuai tekanan udara ban.
Hindari mengangkut berat berlebihan alias sesuaikan tekanan udara jika memang kudu demikian.
Tekanan udara nan terlampau rendah dapat merusak tembok ban dan mengakibatkan ban pecah, sedangkan tekanan ban terlampau tinggi dapat mengurangi traksi sehingga mengurangi kontrol mobil dan mengganggu pengereman.
3. Bijak kelebihan muatan
Kelebihan muatan umum terjadi saat mudik, saat semua jok terisi plus ditambah peralatan bawaan.
Namun wajib dipahami muatan berlebih membikin ban bekerja lebih ekstra dan mobil berisiko susah dikendalikan lantaran cengkraman ban tidak bisa menahan beban muatan nan dipaksakan.
Bawalah peralatan bawaan secukupnya selama mudik. Bila perlu, belilah keperluan di tempat tujuan untuk menghindari kelebihan muatan.
4. Siapkan ban serep
Meski terasa merepotkan, menyiapkan ban serep dan perlengkapan perbaikan sederhana dapat menjadi pertolongan efektif bagi pengemudi jika terjebak dalam situasi darurat.
Pastikan ban serep dalam kondisi siap pakai dengan tekanan nan sedikit lebih tinggi untuk mengantisipasi penyusutan selama penyimpanan. Pastikan ban serep terhindar dari keretakan dan kotoran untuk mencegah masalah saat penggantian ban.
Andai mobil memang didesain tidak membawa ban persediaan dari produsen, pastikan Anda membawa tire repair kit untuk penanganan kerusakan ban di jalan. Petakan rest area, bengkel alias dealer terdekat di jalur mudik biar mudah penanganan.
5. Periksa kepantasan ban sebelum mudik
Sesaat sebelum memulai perjalanan, lakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi ban. Pastikan tidak terlihat kerusakan pada ban, seperti goresan, benjol, alias benda-benda asing nan tersangkut.
Bersihkan ban dari kotoran nan menempel, misalnya batu alias barang keras nan menempel pada alur tapak.
(iqb/fea)
[Gambas:Video CNN]
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·