Jakarta, CNN Indonesia --
Cara membuang limbah baterai yang betul dan kondusif perlu diketahui setiap orang, lantaran baterai mengandung bahan kimia rawan nan dapat mencemari tanah, air, dan udara jika dibuang sembarangan.
Selain itu, baterai juga berpotensi menimbulkan kebakaran alias ledakan jika salah ditangani. Dengan langkah nan tepat, limbah baterai bisa dikelola secara kondusif sekaligus didaur ulang menjadi sumber daya baru.
Isu limbah nan salah satunya limbah elektronik memang jadi persoalan nan kudu diprioritaskan, salah satunya bagi penduduk DKI Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk tahu lebih komplit soal rumor ini, Anda bisa langsung ke acara Jakarta Eco Future Fest 2025 nan digagas Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta pada 25-26 September di Cibis Park, Jakarta Selatan, nan info lengkapnya ada di tautan ini.
Di Jakarta Eco Future Fest ini Anda bukan hanya bisa mengunjungi pasar imajinatif UMKM, mengikuti workshop, mendonasikan busana bekas, tapi juga bisa mendapat bingkisan menarik dengan mengumpulkan poin.
Kembali ke persoalan membuang baterai, Anda bisa simak langkah membuang baterai jejak pakai nan betul dan kondusif agar tidak membahayakan lingkungan.
1. Pisahkan baterai dari sampah biasa
Jangan campurkan baterai jejak dengan sampah rumah tangga. Baterai termasuk kategori limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) nan perlu perlakuan khusus.
Jika tercampur dengan sampah biasa dan berhujung di TPA, bahan kimia di dalam baterai bisa bocor dan merusak lingkungan sekitar.
2. Tutup kutub baterai dengan selotip
Pastikan kedua kutub baterai ditutup menggunakan selotip alias lakban. Langkah ini mencegah terjadinya korsleting jika kutub baterai saling bersentuhan.
Hal ini terutama krusial untuk baterai lithium nan lebih sensitif dan berpotensi menimbulkan kebakaran.
3. Simpan di wadah khusus
Setelah kutubnya ditutup, kumpulkan baterai jejak di wadah khusus, misalnya kotak tertutup alias toples nan tidak mudah bocor. Tujuannya agar baterai tidak berceceran dan mencegah kontak langsung dengan tangan alias peralatan lain.
Menyimpan dengan langkah ini juga memudahkan ketika Anda bakal membawanya ke pusat pengumpulan.
4. Cari letak pengumpulan terdekat
Baterai jejak tidak boleh dibuang ke tempat sampah biasa. Sebaiknya bawa ke akomodasi pengumpulan limbah elektronik (e-waste) alias pusat daur ulang. Anda bisa menemukan tempat penampungan di beberapa letak berikut:
- Pusat perbelanjaan dan toko elektronik: banyak nan menyediakan drop box unik baterai.
- Kantor dinas lingkungan hidup: biasanya mempunyai program pengumpulan limbah B3.
- Acara pengumpulan komunitas: perhatikan info mengenai event pengumpulan e-waste nan kadang diadakan di lingkungan sekitar.
5. Jangan pernah membakar baterai
Membakar baterai jejak sangat berbahaya. Gas berbisa nan dilepaskan bisa mencemari udara, dan reaksi kimia di dalam baterai berpotensi memicu kebakaran.
Oleh lantaran itu, satu-satunya langkah kondusif adalah mengumpulkan dan menyerahkannya ke akomodasi resmi.
6. Pahami pentingnya daur ulang baterai
Membuang baterai dengan betul bukan hanya soal menjaga kebersihan. Ada faedah besar di baliknya, antara lain:
- Mencegah pencemaran lingkungan: logam berat di dalam baterai bisa merusak ekosistem tanah dan air.
- Menghemat sumber daya: logam berbobot seperti lithium dan nikel bisa diambil kembali untuk dipakai membikin baterai baru.
- Menjaga kesehatan: paparan bahan kimia dari baterai rawan bagi manusia maupun hewan.
Dengan menerapkan langkah membuang limbah baterai jejak nan betul dan aman, setiap orang bisa berkedudukan dalam menjaga lingkungan sekaligus mendukung proses daur ulang.
Kebiasaan sederhana ini bakal berakibat besar, baik bagi kesehatan masyarakat maupun kelestarian bumi di masa depan.
Untuk tahu hal-hal lain nan bisa Anda lakukan untuk lingkungan, yuk datang ke Jakarta Eco Future Fest 2025 pada 25-26 September di Cibis Park, Jakarta Selatan. Datang & jadi bagian dari perubahan hijau Jakarta!
(asp/fef)
6 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·