Jakarta, CNN Indonesia --
CEO Timnas Malaysia, Rob Friend, menyebut hukuman untuk tujuh pemain naturalisasi Malaysia setelah keputusan Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) dianggap berlebihan.
CAS menolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM), sehingga ketujuh pemain naturalisasi nan terdiri dari Facundo Garces, Hector Hevel, Jon Irazabal, Gabriel Palmero, Joao Figueiredo, Manuel Hidalgo, dan Imanol Machuca dihukum FIFA larangan bermain selama 12 bulan.
Meski begitu CAS memberikan keringanan jika ketujuh pemain tersebut tetap diperbolehkan berasosiasi dengan klub. Kendati telah diberikan keringanan, timnas Malaysia tetap tidak terima.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rob Friend menyebut balasan untuk tujuh pemain naturalisasi Malaysia berlebihan, terutama saat dibandingkan dengan kasus-kasus sebelumnya nan serupa.
"Berdasarkan argumen nan disampaikan, kami percaya ada argumen kuat untuk hasil nan berbeda, dan para pemain telah bertindak secara ahli dan berintegritas sepanjang proses ini," ujar Friend.
"Menurut pandangan kami, hukuman nan dijatuhkan kepada para pemain tetap berlebihan dan tampak tidak proporsional jika dibandingkan dengan beberapa kasus sebelumnya nan melibatkan keadaan serupa, di mana penangguhan penuh dari aktivitas sepak bola tidak dijatuhkan."
[Gambas:Twitter]
Bagi Friend, kasus tujuh pemain naturalisasi Malaysia ini memberikan akibat kepada klub nan tidak terlibat.
"Ini merupakan periode nan sangat susah bagi para pemain dan klub mereka, nan telah mendukung mereka selama ini meskipun tidak terlibat dalam masalah nan mendasarinya," tutur Friend.
Pria asal Kanada itu pun meminta kepada semua pihak memberikan support kepada pemain Malaysia, nan bakal melakoni laga krusial melawan Vietnam dalam Kualifikasi Piala Asia 2027.
"Tanggung jawab kita sekarang adalah untuk berdiri teguh di belakang para pemain, konsentrasi pada pertandingan mendatang melawan Vietnam, dan memastikan bahwa sepak bola Malaysia muncul lebih kuat dan lebih berasosiasi dari pengalaman ini," ujar Friend.
[Gambas:Video CNN]
(sry/nva)
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·