Jakarta, CNN Indonesia --
Endang Kuswati (40) ditemukan selamat usai semalaman terjepit di gerbong KRL yang ditabrak Kereta Api Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4) malam.
Endang nan posisinya terhimpit material kereta dengan korban lainnya sukses dievakuasi paling akhir pada Selasa (28/4) pagi alias setelah waktu Subuh.
Ayah korban, Mahfud (74), menjelaskan bahwa pihak family baru mendapat berita kecelakaan tersebut pada Senin malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya terima info itu sekitar jam 10 malam. Begitu sampai di sini, di letak kejadian, itu kita belum bisa masuk. Baru bisa kita baru masuk jam 3 awal hari. Baru saya dan anak-anak saya bisa masuk," kata Mahfud di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi.
Setelah mendapat akses ke gerbong nan sudah ringsek, keluarga akhirnya mengenali busana Endang nan juga sempat terekam kamera wartawan.
"'ini bajunya bener, ini anak saya'," kenang Mahfud.
Mengingat posisi Endang nan berada di area tersulit, proses pengangkatan korban baru sukses diselesaikan pada pagi hari alias sekitar 8 jam lebih. Menurut Mahfud, Endang dalam posisi terjepit di antara korban nan sudah jadi mayat.
"Sekitar jam 6 pagi ya baru dievakuasi terakhir. Anak saya itu dievakuasi terakhir, ialah dalam keadaan kejepit. Dia tidur sama mayat, di atasnya juga mayat. Dia dalam keadaan miring," ungkap Mahfud.
Usai dievakuasi, anaknya nan bekerja di area Pasar Baru tersebut langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Mahfud memastikan putrinya saat ini sudah dalam kondisi sadar, meskipun menderita sejumlah luka bentuk dan tetap kesulitan untuk berkomunikasi secara normal.
"Sudah sadar tapi kakinya bengkak, tangan juga bengkak. Ini lagi di-rontgen. Belum bisa (berkomunikasi lancar). Hanya ngangguk-ngangguk aja. Ya alhamdulillah bisa berkomunikasi, kita senang," ujarnya.
Sebelumnya, insiden kecelakaan bermulai ketika rangkaian kereta rel listrik (KRL) relasi Bekasi-Cikarang tertemper mobil di perlintasan. Namun, KA Argo Bromo Anggrek (KA 4) relasi Jakarta-Surabaya tidak sempat berakhir sepenuhnya dan menabrak KRL tepatnya di gerbong wanita dengan kecepatan 110 km/jam.
Hingga buletin ini diturunkan, sebanyak 15 penumpang dilaporkan meninggal dunia.
(kna/dal)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
3 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·