Makassar, CNN Indonesia --
Tim SAR campuran sukses menemukan korban ke-10 kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Dengan demikian sudah seluruh awak dan penumpang pesawat ATR 42-500 sudah ditemukan, Jumat (23/1).
Pesawat ATR 42-500 nan dicarter Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) lenyap kontak di sekitar wilayah Maros, Sulsel, pada Sabtu (17/1) siang pekan lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pesawat nan dalam rute penerbangan Yogyakarta-Makassar itu kemudian dikonfirmasi jatuh di Gunung Bulusaraung sehari kemudian. Gunung itu berada di perbatasan Maros dan Pangkep.
Adapun manifes pesawat tersebut ada 10 orang nan terdiri atas 7 awak penerbangan dan tiga penumpang.
Komandan Tim Elang 6 Letda Kavaleri FS Siregar menceritakan gimana golongan SAR bisa menemukan salah satu korban hingga mengevakuasinya dari titik nan sangat miring.
Dia mengatakan salah satu korban berjenis kelamin wanita ditemukan di pinggir air terjun, dan diduga mengalami luka fatal lantaran terbentur kayu. Tim menemukannya ketika mencium aroma jenazah saat proses pencarian.
"Korban didapatkan itu perempuan. Untuk posisi daripada korban berada di pinggiran daripada air terjun, terbentur ke kayu, kemudian ada semak-semak nan menahan daripada badan korban," kata Komandan Tim Elang 6, Letda Kavaleri FS Siregar di posko SAR Tompo Bulu, Kamis (22/1).
Siregar membeberkan saat korban ditemukan oleh tim SAR telah mengeluarkan aroma tak sedap. Mengikuti jejak aroma tak sedap itu, tim kemudian menemukan korban sekitar 600 meter dari puncak Gunung Bulusaraung dengan kemiringan sekitar 80 derajat.
"Mungkin (sudah) lima hari itu. Dari puncak, itu sekitar 500 sampai 600 meter ke bawah dan medannya juga kemiringannya 80 derajat. Itu kami langsung pemindahan secara vertikal. Karena memang kami turun membuka jalan, kami buka jalan ke atas," ungkapnya.
Setelah itu, kata Siregar, tim SAR mengevakuasi korban dengan langkah dikatrol.
"Kami koordinasi, pohon mana nan kami jadikan jangkar, sekaligus mengevakuasi dengan katrol," katanya.
Selain korban, kata Siregar, tim SAR campuran juga menemukan busana dan sepatu nan berada di sekitar letak penemuan korban.
"Di sekitar jenazah nan kami dapatkan hanya busana saja, busana dan juga sepatu itu termasuk daripada pakaian. Hanya korban dan juga itu pakaiannya," ujarnya.
Jenazah korban wanita itu kemudian dibawa ke posko SAR Tompo Bulu di Kecamatan Ballocci, lampau dievakusi ke RS Bhayangkara di Makassar untuk diidentifikasi pada Kamis malam.
Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com di lokasi, jenazah diduga berkelamin wanita itu tiba di RS Bhayangkara Makassar sekitar pukul 23.42 WITA.
Direktur Operasi Basarnas RI, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo di posko DVI Polda Sulsel, Jumat pagi ini, mengaku belum mendapatkan info soal identitas jenazah nan dibawa semalam tersebut.
Terpisah, Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohamad Syafii, menjelaskan pada Jumat pagi hari ini tim sukses mengevakuasi dua korban dari lokasi. Sementara tiga korban lainnya telah siap untuk proses pemindahan dari titik jemput.
Secara jumlah hingga pagi ini, sebut Syafii telah ditemukan 10 paket kantong jenazah. Dari jumlah tersebut, sembilan kantong sudah siap, sementara satu korban lainnya tetap dalam proses pemindahan untuk selanjutnya dilakukan pengemasan di kantong jenazah.
"Korban terakhir nan ditemukan itu sekitar pukul 08.40 WITA, berasas info dari tim di lapangan," ungkapnya kepada wartawan, Jumat pagi.
(mir/kid)
[Gambas:Video CNN]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·