CNN Indonesia
Sabtu, 25 Apr 2026 01:00 WIB
Legoland Shanghai Resort, salah satu daya tarik wisata di China. (REUTERS/Go Nakamura)
Jakarta, CNN Indonesia --
Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata China mengumumkan komitmen investasi besar senilai lebih dari 1 miliar yuan alias sekitar Rp2,2 triliun untuk menyubsidi pengeluaran mengenai perjalanan.
Langkah ini merupakan bagian dari kampanye promosi pariwisata besar-besaran Negeri Tirai Bambu nan bakal berjalan selama satu bulan penuh.
Melansir CGTN, kampanye ini dipusatkan untuk menyambut Hari Pariwisata China ke-16 nan jatuh pada 19 Mei mendatang, dan dijadwalkan melangkah hingga 31 Mei 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah China tidak bergerak sendiri. Mereka bekerja-sama dengan lebih dari 70 organisasi mitra untuk menggulirkan lebih dari 9.000 langkah strategis nan dirancang demi untung visitor di seluruh negeri.
Asosiasi Objek Wisata China memperkirakan total nilai potongan nilai dan konsesi secara nasional bakal melampaui 210 juta yuan sepanjang tahun ini, nan menargetkan faedah bagi lebih dari 60 juta kunjungan wisatawan.
Di Guangzhou (lokasi utama aktivitas tahun ini), turis bisa menikmati kebijakan potongan nilai berbasis "potongan tiket". Pengunjung cukup menunjukkan bukti perjalanan seperti tiket pesawat, kereta cepat, alias tiket aktivitas olahraga/pertunjukan untuk mendapatkan penawaran unik di seluruh Provinsi Guangdong.
Demi menjamin pengalaman wisata nan menyenangkan, pemerintah juga memperketat pengawasan di lapangan. Li Xiaoyong, pejabat kementerian terkait, menyatakan pihaknya bakal menindak tegas pelanggaran prosedur oleh pemandu wisata (tour guide).
Mereka juga memperkuat pencegahan akibat keamanan dan meningkatkan standar pelayanan di seluruh destinasi utama di China.
Subsidi besar ini diluncurkan di saat China tengah mengalami lonjakan perjalanan domestik dan internasional nan signifikan.
Awal bulan ini, China mencatat 135 juta perjalanan domestik (naik 6,8% dari tahun lalu) dengan perputaran duit mencapai 61,37 miliar yuan.
Pada kuartal pertama 2026, tercatat ada 21,33 juta keluar-masuk perbatasan oleh penduduk negara asing. Lonjakan ini didorong oleh kebijakan ekspansi bebas visa nan masif dari pemerintah China.
Menjelang libur lima hari Hari Buruh (Mei), otoritas memprediksi bakal terjadi ledakan perjalanan alias travel boom nan jauh lebih besar.
(wiw)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·