Jakarta, CNN Indonesia --
Teks anekdot merupakan salah satu materi nan diajarkan dalam Bahasa Indonesia. Namun tahukah Anda pengertian dan ciri teks anekdot?
Teks anekdot adalah sebuah cerita alias kisah nan unik lantaran mengandung lelucon alias unsur lucu. Biasanya anekdot menceritakan sesuatu berasas kejadian sebenarnya tapi bisa juga merupakan cerita rekaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agar dapat lebih mudah memahaminya, simak pengertian dan karakter teks anekdot berikut dilengkapi dengan tujuan dan contohnya.
Apa itu teks anekdot?
Melansir dari buku Bahan Ajar Teks Anekdot, anekdot merupakan cerita singkat nan di dalamnya terdapat unsur lelucon, menarik, dan mengesankan.
Biasanya teks anekdot menceritakan orang krusial alias terkenal berasas kisah nyata. Akan tetapi, tidak semua teks anekdot kudu menceritakan orang terkenal alias menceritakan kejadian nyata.
Walaupun berisi tentang lelucon alias humor, teks ini tidak semata-mata hanya untuk bercanda, tetapi mempunyai makna tersirat.
Umumnya digunakan sebagai sindiran alias kritik nan sering terjadi di lingkungan masyarakat, contohnya di bagian pendidikan, lingkungan politik, ekonomi, dan lainnya.
Anekdot bisa disampaikan dalam aktivitas sketsa humor, movie komedi, bincang-bincang televisi, sinetron komedi, stand up comedy dan podcast.
Ciri teks anekdot
Melansir dari buku Teks Anekdot, terdapat beberapa karakter teks anekdot nan membedakannya dengan teks lain, yakni:
- Bersifat lawakalias lelucon, maksudnya teks anekdot berisi kisah-kisah kocak alias bualan.
- Bersifat menggelitik, artinya teks anekdot bakal membikin pembacanya merasa terhibur dengan kelucuan nan ada dalam teks.
- Bersifat menyindir
- Bisa jadi mengenai orang penting
- Memiliki tujuan tertentu
- Kisah cerita nan disajikan nyaris menyerupai dongeng
- Menceritakan tentang karakter hewan dan manusia sering terhubung secara umum dan realistis.
Tujuan teks anekdot
Setiap pembuatan tulisan alias teks pasti mempunyai tujuan, begitu juga dengan teks anekdot. Berikut beberapa tujuan dari teks anekdot:
- Sarana untuk membangkitkan tawa bagi pembacanya
- Sarana untuk hiburan
- Sarana untuk mengkritik
Struktur teks anekdot
Berikut adalah struktur anekdot nan terdiri dari bagian-bagian nan membentuk teks anekdot secara utuh.
- Judul: merupakan bagian teks anekdot nan ditulis singkat, padat, dan jelas pada rujukan perihal alias objek nan dianekdotkan.
- Abstrak: merupakan pembukaan nan berfaedah untuk menggambarkan isi teks secara singkat.
- Orientasi: menunjukkan awal kejadian cerita alias latar belakang peristiwa. Biasanya penulis menyampaikan dengan perincian di bagian ini.
- Krisis: memunculkan suatu masalah unik alias tidak biasa nan terjadi.
- Reaksi: menggambarkan langkah penulis alias tokoh nan diceritakan menyelesaikan masalah. Reaksi dapat berupa sikap mencela alias menertawakan. Bagian ini sering kali mengejutkan alias tidak terduga.
- Koda: merupakan bagian akhir cerita berupa simpulan dari kejadian-kejadian nan dialami penulis alias orang nan ditulis di dalam teks. Namun, keberadaan koda pada teks anekdot berkarakter opsional, bisa ada alias tidak.
Contoh teks anekdot
Setelah mengetahui pengertian, karakter teks anekdot, tujuan, dan strukturnya, selanjutnya adalah memahami langkah membikin teks anekdot. Berikut contoh teks anekdot:
Contoh teks anekdot 1
Judul: Aksi Maling Tertangkap CCTV
Abstrak: Seorang penduduk melapor kemalingan
Orientasi
Pelapor: "Pak saya kemalingan."
Polisi: "Kemalingan apa?"
Pelapor: "Mobil, Pak. Tapi saya beruntung Pak.."
Krisis
Polisi: "Kemalingan kok beruntung?"
Pelapor: "Iya pak. Saya beruntung lantaran CCTV merekam dengan jelas. Saya bisa memandang dengan jelas wajah malingnya."
Polisi: "Sudah minta izin malingnya untuk merekam?"
Reaksi
Pelapor: " Belum... "(sambil menatap polisi dengan penuh keheranan.
Polisi: Itu ilegal. Anda saya tangkap."
Koda
Pelapor: (hanya bisa pasrah tak berdaya).
Contoh teks anekdot 2
Judul: Dosen nan Menjadi Pejabat
Abstrak: Di kantin universitas, Udin dan Tono, dua orang mahasiswa sedang berbincang-bincang.
Orientasi: "Saya heran pengajar Ilmu Politik, jika mengajar selalu duduk, tidak pernah mau berdiri," kata Tono kepada Udin.
Krisis: Udin ogah-ogahan menjawab pertanyaan Tono. Udin beranggapan bahwa masalah nan dibicarakan Tono itu tidak penting. Namun, Tono tetap meminta agar Udin mau menerka teka-tekinya.
"Barangkali saja, beliau capek alias kakinya tidak kuat berdiri," jawab Udin merasa jengah.
Reaksi: Ternyata jawaban Udin tetap juga salah. Menurut Tono, pengajar nan juga pejabat itu tidak bersedia berdiri karena takut kakinya diambil orang lain. Mendengar pernyataan Tono, Udin menanyakan apa hubungan antara pengajar dan pejabat.
Koda: "Ya jika dia berdiri, takut kursinya diduduki orang lain," ungkap Tono.
Contoh teks anekdot 3
Judul: Guru Menjelaskan Perubahan UUD
Abstrak: Suatu hari, pembimbing Pendidikan Kewarganegaraan menjelaskan perubahan Undang-Undang Dasar (UUD) dari periode ke periode. Ia juga menjelaskan argumen perubahan UUD di Indonesia.
Orientasi: Di tengah kelas, Amin tampak tertidur di kelas. Guru tersebut menegurnya.
"Amin, jelaskan perubahan UUD, lampau apa maksud peraturan diatur di UUD," kata sang guru.
Krisis: "Kalau kenapa diatur di UUD, saya tahu Bu. Soalnya, semuanya akhirnya memang UUD, Ujung-ujungnya Duit," celetuk Amin.
Reaksi: Kawan-kawan Amin cekikikan, sang pembimbing geleng-geleng kepala.
Itulah karakter teks anekdot beserta pengertian hingga contohnya nan dapat dipelajari. Semoga bermanfaat.
(via/juh)
9 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·