slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Contoh Tembang Gambuh Bahasa Jawa Dan Artinya

Sedang Trending 9 bulan yang lalu
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Tembang gambuh adalah salah satu corak karya sastra berupa tembang alias lagu dalam bahasa Jawa. Berasal dari Jawa Tengah, tembang ini termasuk dalam tembang macapat nan berasal dari kata jumbuh, ialah setuju, cocok, selaras.

Tembang gambuh mempunyai beberapa karakter unik nan membedakannya dengan tembang macapat lainnya. Untuk memahami lebih lanjut, simak pengertian dan contoh tembang gambuh beserta artinya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Apa itu tembang gambuh?

Mengutip kitab Peran Bahasa Jawa dalam Pengajaran Bahasa Indonesia, gambuh adalah kata nan berasal dari bahasa Jawa "jumbuh" nan artinya sesuai, tepat, bijaksana, cocok, selaras, dan sepaham.

Tembang gambuh menceritakan tentang orang nan berjumpa seseorang nan tepat dan menikah setelah kedua belah pihak bertemu.

Di sisi lain, istilah "gambuh" juga sering kali digunakan dalam konteks kehidupan manusia di saat bakal memasuki kehidupan berumah tangga. Hal tersebut juga selaras dengan kebijakan orang tua era dulu jika ketika mencari jodoh perlu memperhatikan bibit, bebet, dan bobot.

Namun tembang tersebut juga berisi tentang pergaulan antarmanusia sehingga hubungan tersebut menguntungkan dan berkelanjutan.

Tembang gambuh mempunyai karakter unik isinya nan sarat bakal nasihat. Selain itu, isinya menyiratkan keramahan, rasa persaudaraan nan kuat, dan mengajari.

Aturan dalam tembang gambuh ialah pembimbing gatra 5 baris di tiap baitnya, pembimbing lagu u, u, i, u, o, dan pembimbing wilangan 7, 10, 12, 8, 8.


Contoh tembang gambuh bahasa Jawa dan artinya

Untuk lebih memahami tentang tembang gambuh, beberapa contoh dan artinya.

Contoh tembang gambuh 1)

Aja nganti kabanjur (jangan sampai terlanjur)
Barang polah ingkang nora jujur (bertingkah polah nan tidak jujur)
Yen kebanjur sayekti kojur tan becik (jika telanjur tentu bakal celaka dan tidak baik)
Becik ngupayaa iku (lebih baik berusahalah)
Pitutur ingkang sayektos (ikuti aliran nan sejati)
Tutur bener puniku (ucapan nan betul itu)
Sayektine apantes tiniru (sejatinya layak untuk diikuti)
Nadyan metu saking wong sudra papeki (meskipun keluar dari orang nan rendah derajatnya)
Lamun becik nggone muruk (jika baik dalam mengajarkan)
Iku pantes sira anggo (itu layak engkau gunakan)
Ana pocapanipun (ada sebuah ungkapan)
Adiguna, adigang, adigung (adiguna, adigang, adigung)
Pan adigang kidang adigung pan esthi (adigang itu seperti kijang, adigung itu seperti gajah)
Adiguna ula iku (adiguna itu ular)
Telu pisan meninggal sampyuh (ketiganya meninggal berbareng secara sia-sia)


Contoh tembang gambuh 2)

Bumi kang kudu subur (Bumi itu kudu subur)
Aja ngrusak agar ra gugur (jangan merusak agar tidak gugur)
Tetep subur mula ben tetep lestari (tetap subur biar tetap lestari)
Padha nandur wit-wit iku (bersama-sama menanam pohon-pohon itu)
Mencerminke wibowo (mencerminkan wibawa)


Contoh tembang gambuh 3)

Ya kanca mlaku-mlaku (ayo teman-teman jalan-jalan)
Nyegerake awak esuk-esuk (menyegarkan tubuh pagi-pagi)
Ayo konco-konco subuh pada tangi (ayo teman-teman subuh pada bangun)
Mlakune karo ngeguyu (jalan-jalannya sembari bersenda gurau)
Mlaku-mlaku banjur ngaso (jalan-jalan kemudian istirahat)


Contoh tembang gambuh 4)

Lan sembah sungkem ipun (Dan sembahkah dia)
Mring Hyang Sukma elinga sadermi (Tuan Hyang Sukma ingatlah aku)
Tan welangsira andhaku (Kasihanilah aku)
Kabeh kagungan Hyang Manon (Semuanya milik Hyang Manon)


Contoh tembang gambuh 5)

Gambuh ingkang suci (Gambuh nan suci)
Dumugi rahayu (sampai diberkati)
Kepangertosen sangkan (dapat dimaklumi demikian)
Sumadiyan tan wulangan (tidak ada pelajaran)

Kepundhi saking pangabekti (dimana pengabdiannya?)
Ngajengake kasampurnaning (untuk membangun kesempurnaan)
Yen ing dalam urip (jika didalam hidup)
Nanging eling marang budi (tapi ingatlah hati nuranimu)

Tanpa wancine (tanpa waktunya)
Kula nglumpukke (aku kumpulkan)
Saksampune laku (setelah amalan)
Nanging semangat suci (namun semangat nan suci)

Adat kang sinugih (tradisi nan diberikan)
Kudu dipun tunjang (harus didukung)
Kawruh kang gumregah (Ilmu nan mulai)
Nembi mangsa katresnan (Nikmatilah musim cinta)

Demikian penjelasan mengenai pengertian, contoh tembang gambuh bahasa Jawa serta artinya untuk dipahami.

(via/fef)

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru