Jakarta, CNN Indonesia --
Pengusaha tembakau asal Madura, Haji Khairul Umam namalain Haji Her, menyambangi Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis (9/4) siang.
Pengusaha nan juga dikenal sebagai 'Crazy Rich Madura' itu bakal menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus dugaan suap importasi peralatan di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dan penerimaan gratifikasi.
Haji Her datang berbareng tim kuasa hukumnya sekitar pukul 12.50 WIB. Dia tampak mengenakan sarung cokelat dan kemeja putih bergambar harimau.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Inisiatif sendiri saya datang (ke KPK)," kata Haji Her di Kantor KPK, Jakarta, Kamis
Haji Her mengaku pemanggilannya ini mengenai dengan investigasi kasus dugaan suap importasi di lingkungan Ditjen Bea dan Cukai. Dia membantah mendapat akomodasi dari Bea dan Cukai, dan tidak mengenal para tersangka dalam kasus ini.
"Enggak ada. Kita enggak kenal sama orang-orang itu," imbuhnya.
Sebelumnya, Ketua KPK Setyo Budiyanto membenarkan interogator telah mengirim surat panggilan pemeriksaan terhadap Haji Her pada pekan lalu. Akan tetapi, nan berkepentingan tidak memenuhi panggilan tersebut.
"Ya, nan betul bahwa sudah ada panggilan, tapi jika kemudian panggilan itu tidak datang alias nan berkepentingan tidak hadir," ujar Setyo kepada di Kantornya, Jakarta, Selasa (7/4).
KPK telah menetapkan tujuh orang sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi nan menyeret pejabat Ditjen Bea Cukai.
Mereka adalah mantan Direktur Penyidikan & Penindakan Direktorat Jenderal Bea dan Cukaiperiode 2024-Januari 2026 Rizal; Kepala Subdirektorat Intelijen Penindakan dan Penyidikan Ditjen Bea dan Cukai (Kasubdit Intel P2 DJBC) Sisprian Subiaksono.
Kemudian Kepala Seksi Intelijen Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Kasi Intel DJBC) Orlando; Ketua Tim Dokumen Importasi PT BR Andri; Pegawai Ditjen BeaCukai Budiman Bayu Prasojo; Pemilik PT Blueray berjulukan John Field; dan Manajer Operasional PT BR Dedy Kurniawan.
Para tersangka sudah dilakukan penahanan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) KPK. Teruntuk pihak dari PT Blueray, interogator sudah melimpahkan berkas perkara ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).
(ryn/gil)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·