Jakarta, CNN Indonesia --
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencabut izin upaya 21 Bank Perekonomian Rakyat (BPR) sepanjang 2024. Jumlah ini bertambah satu bank lagi pada 2025, menjadikan total 21 bank ambruk dari 2024 hingga 2025.
Penutupan terakhir dilakukan terhadap PT Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) Gebu Prima nan berlokasi di Medan, Sumatera Selatan. Bank ini resmi ditutup pada Kamis (17/4).
Mengutip CNBC Indonesia, OJK menjelaskan penutupan BPRS Gebu Prima dilakukan lantaran bank tersebut tidak bisa melakukan penyehatan, meskipun telah diberi waktu kepada pemegang saham maupun majelis komisaris dan direksi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memastikan simpanan pengguna dapat dibayarkan sesuai dengan ketentuan nan berlaku.
LPS telah menyiapkan proses pembayaran klaim penjaminan simpanan dan penyelenggaraan likuidasi. LPS juga bakal melakukan rekonsiliasi dan verifikasi atas info simpanan dan info lainnya untuk menetapkan simpanan nan bakal dibayar. Proses tersebut bakal diselesaikan paling lama 90 hari kerja.
Dana nan digunakan untuk pembayaran klaim simpanan pengguna PT BPRS Gebu Prima berasal dari biaya LPS.
Nasabah dapat memandang status simpanannya di instansi PT BPRS Gebu Prima alias melalui situs resmi LPS (www.lps.go.id) setelah pengumuman pembayaran klaim dilakukan. Bagi debitur bank, tetap dapat melakukan pembayaran angsuran alias pelunasan pinjaman di instansi PT BPRS Gebu Prima dengan menghubungi Tim Likuidasi LPS.
Sekretaris Lembaga LPS Jimmy Ardianto mengimbau agar pengguna PT BPRS Gebu Prima tetap tenang dan tidak terpancing alias terprovokasi untuk melakukan hal-hal nan dapat menghalang proses pembayaran klaim penjaminan dan likuidasi bank.
Ia juga meminta pengguna tidak mempercayai pihak-pihak nan mengaku dapat membantu pengurusan pembayaran klaim penjaminan simpanan dengan sejumlah hadiah alias biaya nan dibebankan kepada nasabah.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menegaskan banyaknya penutupan bank tidak menunjukkan adanya guncangan terhadap sektor keuangan.
"Penutupan BPR bisa menjadi indikasi baik saya kira, gimana bekerjanya sistem di Indonesia," kata Dian.
Ia nan juga merupakan personil LPS ex-officio menyatakan lembaga itu dapat menyikapi jatuhnya BPR-BPR di beragam tempat dengan cepat. Sehingga deposan masyarakat aman, dan masalah dapat diselesaikan dengan cepat.
LPS menegaskan tetap banyak BPR/BPRS maupun bank umum lainnya nan tetap beraksi secara sehat. Oleh lantaran itu, pengguna tidak perlu ragu untuk menyimpan dananya di sektor perbankan.
Agar simpanan pengguna dijamin LPS, pengguna diimbau untuk memenuhi syarat 3T, ialah simpanan tercatat dalam pembukuan bank, tingkat kembang simpanan nan diterima tidak melampaui tingkat kembang penjaminan LPS, dan tidak melakukan tindak pidana nan merugikan bank.
Apabila pengguna memerlukan info lebih lanjut mengenai dengan penyelenggaraan penjaminan simpanan dan likuidasi PT BPRS Gebu Prima, pengguna dapat menghubungi Pusat Layanan Informasi (Puslinfo) LPS di 021-154.
Berikut daftar 21 bank nan ambruk dan ditutup dari 2024 hingga 2025:
1. BPR Wijaya Kusuma
2. BPRS Mojo Artho Kota Mojokerto (Perseroda)
3. BPR Usaha Madani Karya Mulia
4. BPR Pasar Bhakti Sidoarjo
5. BPR Purworejo
6. BPR EDC Cash
7. BPR Aceh Utara
8. BPR Sembilan Mutiara
9. BPR Bali Artha Anugrah
10. BPRS Saka Dana Mulia
11. BPR Dananta
12. BPR Bank Jepara Artha
13. BPR Lubuk Raya Mandiri
14. BPR Sumber Artha Waru Agung
15. BPR Nature Primadana Capital
16. BPRS Kota Juang (Perseroda)
17. BPR Duta Niaga
18. BPR Pakan Rabaa
19. BPR Kencana
20. BPR Arfak Indonesia
21. BPRS Gebu Prima.
[Gambas:Video CNN]
(del/pta)
8 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·