slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Daihatsu Belum Minat Jual Mobil Listrik Di Indonesia

Sedang Trending 4 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Gempuran mobil listrik murah di Indonesia belum menarik minat Daihatsu untuk ikut berpartisipasi. Hal nan paling dipertimbangkan saat ini adalah kesiapan pasar.

Sri Agung Handayani, Direktur Marketing dan Corporate Communication Astra Daihatsu Motor (ADM), menyampaikan, sebagai pabrikan nan identik dengan mobil terjangkau dan pembeli mobil pertama, perusahaan memandang kesempatan mobil listrik nilai ramah kantong memang terbuka.

Hanya saja, semua bakal bermuara pada kebutuhan konsumen, tak bisa hanya sekadar ikut tren pasar secara instan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Balik lagi, kami melakukan survei ya. Karena market kami di seluruh wilayah Indonesia, makanya kami kembali lagi ke kebutuhan mereka," kata Agung di Kemayoran, Jakarta, Kamis (12/2).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia juga menilai jalan menuju elektrifikasi model EV murni butuh waktu dan persiapan tidak sebentar.

"Karena mereka mau alias tidak terhadap elektrifikasi, mungkin perlu saya katakan butuh waktu. Butuh waktu di Indonesia," kata Agung.

Agung melanjutkan pihaknya telah memetakan setidaknya tiga kekhawatiran utama calon konsumen, khususnya pembeli mobil pertama (first car buyer), terhadap mobil listrik.

Pertama, soal status mobil sebagai aset jangka panjang.

Bagi konsumen Daihatsu, kata Agung, mobil bukan sekadar perangkat transportasi, melainkan aset. Lalu, kata dia bakal muncul pertanyaan apakah mobil listrik bisa memperkuat lama?

Untuk diketahui juga tidak sedikit mobil listrik di Indonesia nan sekarang mempunyai nilai jual kembali jauh dari nilai baru, meskipun masa pakai konsumen relatif singkat.

"Yang pertama adalah mobil ini kan aset ya, aset ini bisa untuk long term nggak? Namanya juga aset, dia berambisi aset itu tidak bakal menjadi beban untuk mereka," ujarnya.

Kedua, soal konsumsi energi. Alih-alih hanya memandang nilai beli, konsumen justru menghitung biaya operasional harian. Kekhawatiran mereka biasanya mengenai potensi lonjakan biaya listrik rumah tangga. Ketiga mengenai aspek pemeliharaan selama penggunaan.

"Untuk mereka nan pemakaian listrik itu tetap sangat menjadi perihal nan dia pertimbangkan," katanya.

Ketika ditanya apakah konsumen Daihatsu siap menerima mobil listrik murah, Agung menjawab tegas.

"Belum, Itu wilayah Daihatsu ya. Nggak tau nan lain. Kurang lebih seperti itu," ungkapnya kemudian.

Sebagai informasi, Daihatsu sebelumnya telah meriset satu mobil listrik di Indonesia nan ditengarai bakal menjadi produk EV termurah asal pabrikan Jepang.

Mobil dibangun berasas konversi produk LCGC Ayla dan riset muncul ke permukaan sejak nyaris empat tahun lalu. Mobil konsep ini membawa motor listrik 60 kW dan baterai lithium-ion berkapasitas 32 kWh.

Kabar dari dealer pada GIIAS 2022, Ayla EV rencananya mau dijual Rp250 juta sampai dengan Rp300 juta.

(ryh/fea)

[Gambas:Video CNN]

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru