slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Dear Anak Muda, Lebih Penting Nyicil Rumah Atau Investasi?

Sedang Trending 9 bulan yang lalu
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Bagi banyak orang, terutama generasi muda nan baru mulai bekerja dan membangun kehidupan finansial, pertanyaan tentang mana nan lebih krusial antara membeli rumah atau investasi kerap menjadi dilema.

Keduanya sama-sama penting. Namun keputusan untuk memprioritaskan salah satunya sangat tergantung pada situasi dan preferensi pribadi.

Perencana finansial dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Andi Nugroho mengingatkan membandingkan langsung antara mencicil rumah dan investasi bukanlah perihal nan sepadan, terutama jika seseorang baru memulai pekerjaan dan tidak mempunyai support finansial dari keluarga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena untuk bisa mencicil rumah itu kita pertama kudu mencicil untuk bisa melakukan DP dan pembayaran pertamanya nan totalnya sekitar 20 persen dari nilai rumah, baru kemudian bayar angsuran bulanannya," jelas Andi kepada CNNIndonesia.com, Jumat (23/5).

Namun, komparasi ini menjadi lebih relevan jika dibingkai dalam konteks 'mana nan lebih baik dilakukan lebih dulu: menabung untuk DP rumah alias langsung berinvestasi?'.

Dalam perihal ini, Andi menyarankan agar keduanya bisa dilakukan bersamaan.

"Bisa berinvestasi nan hasilnya digunakan untuk DP beli rumah. Atau kebalikannya, menabung untuk DP rumah, nan agar bisa lebih sigap terkumpul maka tabungan tersebut kita investasikan," tambahnya.

Bila seseorang sudah mempunyai biaya untuk DP alias apalagi cukup membeli rumah secara tunai, maka keputusan kembali pada preferensi.

"Bagi mereka nan mengutamakan rasa secure lantaran mempunyai rumah dan enggan repot tinggal berpindah-pindah, maka membeli rumah adalah jawaban nan tepat. Namun bagi mereka nan merasa tidak masalah untuk tinggal di rumah kontrakan dan kelebihan dananya bisa diputarkan lagi untuk menghasilkan duit nan lebih banyak, maka berinvestasi menjadi pilihan nan diutamakan," kata Andi.

Pertimbangan saat memilih membeli rumah

Perencana finansial OneShildt Budi Rahardjo mengatakan krusial untuk menyesuaikan keputusan finansial dengan kondisi kehidupan. Jika seseorang sudah mempunyai anak, maka pendidikan bisa menjadi prioritas utama dibanding rumah.

"Namun untuk family nan belum mempunyai anak, maka membeli rumah dapat menjadi pilihan," ujarnya.

Cicilan sehat

Dari sisi kalkulasi finansial, Andi dan Budi sepakat angsuran rumah nan sehat idealnya tidak melampaui 30 persen-35 persen dari total penghasilan bulanan.

"Untuk menjaga kestabilan keuangan, keahlian mencicil nan sehat serta memastikan bahwa meskipun mempunyai angsuran namun kebutuhan serta keahlian menabung/investasi tetap dapat terpenuhi," jelas Budi.

Soal tenor, Andi menyarankan menyesuaikan dengan keahlian keuangan. Bila mampu, pilih tenor pendek agar total kembang tidak terlalu besar. Namun jika pendapatan tetap terbatas, tenor panjang bisa membantu menjaga cash flow.

Budi pun menambahkan, "Tenor dapat dipilih sesuai keahlian sampai dengan 10 tahun agar biaya kembang tidak terlalu tinggi."

Lokasi juga menjadi aspek penting. Bila rumah bakal ditempati sendiri, Andi menyarankan memilih nan dekat dengan tempat kerja.

Namun jika tujuan utamanya adalah menyewakan, maka letak strategis seperti dekat area perkantoran, pabrik, pasar, alias kampus lebih disarankan.

Budi menambahkan letak juga sebaiknya memperhatikan kemudahan akses akomodasi umum seperti sekolah, rumah sakit, dan transportasi, tergantung sasaran penyewa.

[Gambas:Video CNN]

Jika memilih berinvestasi terlebih dahulu

Jika pilihan jatuh pada investasi, baik Andi maupun Budi sepakat instrumen jangka panjang seperti reksadana saham, campuran, saham langsung, obligasi, hingga emas bisa menjadi pilihan. Catatannya; penanammodal kudu memahami akibat dan volatilitasnya.

"Untuk jangka panjang, instrumen investasi nan cocok adalah nan potensi imbal hasilnya tinggi meskipun risikonya juga tinggi," jelas Andi.

Tujuannya adalah agar hasil investasi bisa mengejar alias apalagi melampaui kenaikan nilai properti setiap tahun.

Namun, berinvestasi tetap mempunyai risiko, seperti perubahan pasar nan bisa membikin nilai investasi justru turun.

"Ada akibat duit nan diinvestasikan bukannya berkembang namun justru kita mengalami kerugian," kata Andi.

Sedangkan Budi menambahkan krusial untuk memahami instrumen investasi sebelum memutuskan agar bisa mengelola akibat dengan baik.

Di sisi lain, membeli rumah secara mencicil memang memberikan untung langsung, ialah properti bisa segera digunakan tanpa perlu menyewa.

"Apabila kita bandingkan dengan kudu berinvestasi untuk membeli rumah secara tunai, bisa jadi biaya nan dikeluarkan dapat menjadi lebih tinggi menyewa plus investasi," ujar Budi.

Namun, jika seseorang bisa tinggal berbareng orang tua selama masa menabung alias investasi, maka biaya sewa bisa ditekan.

(agt)

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru