slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Dedi Mulyadi Tetap Ingin Warga Miskin Penerima Bansos Wajib Kb

Sedang Trending 8 bulan yang lalu

Bandung, CNN Indonesia --

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tetap mau mensyaratkan program Keluarga Berencana (KB) bagi para penerima support sosial (bansos) dari Pemerintah Provinsi Jabar.

Demul, sapaannya, menyebut tujuan bansos untuk mensejahterakan warga. Namun dia menyinggung nomor kelahiran nan tinggi di Jawa Barat. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Berdasarkan temuan nan saya alami saat ini, mudah-mudahan saya tidak salah, kelak tinggal dicek lagi jika salah, di Jawa Barat ini kelahirannya 900 ribu per tahun. Berarti tinggi. nan kedua, masyarakat nan berpenghasilan rendah alias ekonomi menengah ke bawah nan dikategorikan miskin, itu saya selalu temui rata-rata anaknya lebih dari tiga. Ada nan empat, ada nan lima, ada nan sebelas," kata Dedi Mulyadi, di Bandung, Senin (5/5) malam.

Dedi mengaku kerap menerima kasus pasangan suami istri tidak bisa bayar biaya persalinan setelah anak pertama.

"Saya sering mendapatkan kasus orang datang ke saya menangis, lantaran istrinya di rumah sakit enggak bisa pulang. Tidak bisa bayar sesar anak nan keempat. Ada nan 25 juta, ada nan 15 juta, ada nan 12,5 juta, ada nan 14 juta," katanya.

"Jangankan untuk pendidikan ke depan, untuk melahirkan saja tidak punya biaya. Dan itu tanggung jawab suami," sambungnya.

Dari kasus-kasus tersebut, Dedi meyakini sebanyak apa pun support pemerintah tidak akan bisa meningkatkan perekonomian penduduk miskin.

"Apa artinya support beasiswa, rumah rakyat miskin, agunan kesehatan, agunan pendidikan, jaringan listrik, jaringan air bersih, support pangan, jika jumlah anaknya bertambah terus kan tidak bakal bisa meningkatkan derajat ekonominya. Nah, sehingga saya menyampaikan, agar penerima support Provinsi Jawa Barat ini KB," katanya.

Meski demikian Dedi tak mau program KB hanya bertindak untuk para istri. Ia mau kaum laki-laki kudu mengikuti program KB. Dedi membebaskan program KB nan dipilih pasangan suami-istri.

Dedi menyebut Pemprov Jabar siap mengalokasikan anggaran untuk membeli pengaman (kondom) bagi laki-laki untuk menekan nomor kelahiran.

"Saya harapkan yang KB itu suaminya. Jangan sampai selalu KB itu nan menjadi beban istri. Jenis KB apa? Ya tergantung pengennya apa. Kan bisa pakai pengaman, ya kan? Itu bisa pakai pengaman, kan itu juga bisa," katanya.

Syarat program KB bagi penduduk penerima bansos diutarakan Dedi sejak beberapa waktu lalu. Awalnya, Dedi mengusulkan KB vasektomi kepada suami sebagai syarat family miskin bisa menerima bansos.

Syarat itu menuai pro dan kontra. Belakangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa BArat menyebut KB vasektomi haram lantaran dianggap sebagai tindakan pemandulan permanen.

(csr/wis)

[Gambas:Video CNN]

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru