CNN Indonesia
Selasa, 03 Mar 2026 16:45 WIB
Agensi buka bunyi setelah fan mengkritik keras situasi Dilraba Dilmurat terjebak di Dubai di tengah serangan AS-Israel vs Iran. (Weibo Dilraba Dilmurat)
Jakarta, CNN Indonesia --
Aktris China Dilraba Dilmurat menjadi salah satu nan terjebak di Dubai, Uni Emirat Arab lantaran terdampak memanasnya serangan antara Iran, AS, dan Israel sejak akhir pekan lampau (28/2).
Jaywalk Media selaku agensi mengungkapkan sang aktris baik-baik saja dan tetap berbareng tim di Dubai. Namun, situasi tersebut membikin Dilraba Dilmurat dipastikan tidak bisa menghadiri Dior Fall/Winter 2026 pada Selasa (3/3) waktu setempat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Atas nama Dilraba dan timnya, kami mau menyampaikan permohonan maaf nan tulus kepada Dior dan kepada semua kawan nan telah menantikan kehadirannya dan telah menyiapkan beragam aktivitas dukungan," kata agensi dalam pernyataan resmi di Weibo.
"Pada saat nan sama, kami mau meyakinkan semua orang nan peduli padanya bahwa Dilraba kondusif dan sehat. Ia dan timnya berbareng dan saling menjaga satu sama lain, jadi jangan khawatir."
Pernyataan tersebut disampaikan setelah viral berita Dilraba Dilmurat terjebak di Bandara Dubai hingga 24 jam sehingga tidak bisa melanjutkan perjalanan ke Paris untuk fashion show, alias kembali ke China.
Kementerian Luar Negeri China sebelumnya juga sudah menerbitkan peringatan perjalanan imbas memanasnya situasi AS-Israel dan Iran nan kemudian menyebar ke beberapa area Teluk dan Timur Tengah lainnya.
[Gambas:Video CNN]
Kemudian, turut beredar berita bahwa beberapa tim manajemen sang artis malah sudah terbang lebih dulu ke Paris. Fan menyoroti pemilihan penerbangan nan membikin sang artis transit terlebih dahulu.
Hal tersebut nan kemudian membikin manajemen bintang You Are My Glory itu buka suara.
"Namun, lantaran keadaan nan tidak terduga dan di luar kendali selama perjalanannya, dia akhirnya tidak dapat sampai ke Paris," kata manajemen.
"Meskipun Dilraba, timnya, dan tim Dior tidak pernah menyerah dan melakukan segala upaya untuk mencari solusi, realita situasi tersebut mencegahnya untuk terbang ke Paris seperti nan direncanakan semula sebelum pertunjukan."
"Situasi tak terduga ini betul-betul mengejutkan kami, dan kami minta maaf telah mengecewakan Anda," mereka menegaskan.
Pernyataan Jaywalk Media selaku agensi soal Dilraba Dilmurat di Dubai pada Selasa (3/3). (Weibo Dilraba Dilmurat)
Sementara itu, pemerintah Uni Emirat Arab alias UEA bergerak sigap menjamin kenyamanan para pelancong nan terlantar akibat penutupan wilayah udara.
Seluruh biaya penginapan hingga konsumsi turis nan kandas terbang dipastikan bakal ditanggung sepenuhnya oleh negara hingga situasi kembali normal.
Langkah tersebut diambil setelah meningkatnya eskalasi bentrok antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran nan mengakibatkan rudal melintas di atas area Teluk sejak Sabtu (28/2).
Mengutip The Nationalnews, Senin (2/3/2026), Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Abu Dhabi (DCT Abu Dhabi) telah menginstruksikan seluruh hotel untuk memperpanjang masa inap tamu nan terdampak krisis keamanan di area tersebut.
"Hotel diminta memperpanjang masa tinggal para tamu nan tidak bisa melanjutkan perjalanan. Seluruh biaya tersebut bakal ditanggung oleh DCT Abu Dhabi," tulis pernyataan resmi otoritas pariwisata tersebut.
Kebijakan ini merupakan langkah darurat menyusul keputusan Otoritas Penerbangan Sipil Umum UEA (GCAA) untuk menutup ruang udara demi keselamatan penerbangan.
GCAA memperkirakan sedikitnya 20.200 penumpang terkena akibat pembatalan dan penjadwalan ulang penerbangan. Ribuan penumpang tersebut sekarang telah dievakuasi ke penginapan sementara dan mendapatkan akomodasi kebutuhan dasar sembari menunggu proses pemesanan ulang tiket.
(chri)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·