Jakarta, CNN Indonesia --
Setiap muslimah perlu memahami referensi doa mandi junub wanita beserta tata langkah pelaksanaannya. Pasalnya, ini bukan sekadar ibadah biasa, melainkan niat dari hati untuk menyucikan diri dan kembali dalam keadaan suci.
Mandi junub bukan hanya soal membersihkan tubuh, tetapi juga merupakan corak ketaatan dan kesadaran spiritual. Ketika melakukannya dengan benar, seorang wanita dapat kembali melaksanakan ibadah dalam kondisi nan diridai Allah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Doa niat mandi junub wanita
Menurut penjelasan dalam kitab Tuntunan Shalat Terlengkap: Plus Wirid, Doa, dan Asmaul Husna karya Sayyid M. Dzikri H, mandi junub adalah mandi menggunakan air suci dan bersih (air mutlak) nan menyucikan.
Tujuan utamanya adalah untuk menghilangkan hadats besar sebelum melakukan ibadah salat. Bagi seorang wanita, ini biasanya dilakukan setelah bersetubuh, selesai masa nifas, setelah melahirkan, serta selesai masa haid.
Perintah untuk melaksanakannya tercantum dalam Surat Al Maidah ayat 6, nan bersuara sebagai berikut:
"...Jika Anda dalam keadaan junub, mandilah..." (QS. Al-Maidah:6).
Ketika mau menjalankannya, diwajibkan untuk membaca niat sembari mengguyurkan siraman pertama untuk membasuh tubuh. Secara umum, referensi doanya adalah sebagai berikut:
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ اْلأَكْبَرِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى
Nawaitul-ghusla lirafil ḫadatsil-akbari fardlan lillâhi ta'ala
Artinya: "Saya niat mandi untuk menghilangkan hadats besar, fardhu lantaran Allah ta'ala."
Bagi seorang muslimah, referensi niat ini bisa disesuaikan dengan alasanmu melaksanakan mandi besar. Apabila lantaran haid, bacaannya sebagai berikut:
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَكْبَرِ عَنِ الْحَيْضِ لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitul ghusla liraf'il hadatsil akbari 'anin haidhi lillaahi ta'aala.
Artinya: "Aku beriktikad mandi untuk menghilangkan hadas besar nan disebabkan menstruasi lantaran Allah Ta'ala."
Sementara jika penyebabnya adalah nifas, angan mandi junub wanita nan dapat dibaca sebagai berikut:
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَكْبَرِ عَنِ النِّفَاسِ لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitul ghusla liraf'il hadatsil akbari 'anin nifaasi lillaahi ta'aala.
Artinya: "Aku beriktikad mandi untuk menghilangkan hadas besar nan disebabkan nifas lantaran Allah Ta'ala."
Lalu, jika mandi dilakukan setelah melahirkan, bacaannya adalah sebagai berikut:
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَكْبَرِ عَنِ الْوِلَادَةِ لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitul ghusla liraf'il hadatsil akbari 'anin wilaadati lillaahi ta'aala.
Artinya: "Aku beriktikad mandi untuk menghilangkan hadas besar nan disebabkan wiladah lantaran Allah Ta'ala."
Tata langkah mandi junub wanita dalam Islam
Setelah memahami referensi angan niat, langkah selanjutnya adalah mengetahui tata langkah pelaksanaannya.
Mandi junub tidak bisa dilakukan secara sembarangan lantaran ada urutan dan ketentuan nan telah diajarkan dalam hukum Islam.
Melansir dari penjelasan dalam kitab Panduan Lengkap Ibadah: Menurut Al-Quran, Al-Sunnah, dan Pendapat Para Ulama karya Muhammad Al-Baqir, sekurang-kurangnya ketika mandi junub kita kudu membaca niat serta mengalirkan air ke seluruh bagian tubuh.
Tata langkah nan diajarkan Rasulullah saw untuk melaksanakannya adalah sebagai berikut:
- Membasuh kedua telapak tangan sebanyak tiga kali sebelum memulai mandi.
- Membersihkan kemaluan dengan tangan kiri hingga betul-betul bersih.
- Berwudu secara sempurna, sebagaimana wudu untuk shalat, sebelum menyiram air ke seluruh tubuh.
- Menyiram air ke kepala sebanyak tiga kali, sembari menyela-nyela rambut dengan jari agar air mengenai kulit kepala.
- Menyiram air ke seluruh tubuh, dimulai dari sisi kanan lampau sisi kiri. Sambil menyiram, disunnahkan menggosok bagian-bagian tubuh nan susah dijangkau air, seperti bagian dalam telinga, pusar, bawah lengan, sela-sela jari kaki, dan lekukan tubuh lainnya.
Lebih lanjut, ada beberapa rekomendasi unik bagi seorang muslimah, ialah sebagai berikut:
- Jika dia mempunyai rambut nan penuh kepangan (anyaman alias jalinan) tidak perlu membuka (mengurai) kepangannya, tetapi cukup dengan melakukan tiga kali siraman di kepala, sehingga membasahi bagian dalam rambutnya nan dikepang.
- Pengantin wanita nan rambutnya diatur dengan sisiran nan rumit serta menggunakan wangi-wangian, diberikan keringanan dengan tidak usah mencuci rambutnya itu, tetapi cukup mengusapnya dengan air.
- Wanita nan mandi junub setelah suci dari menstruasi alias nifas, dianjurkan menggunakan kapas nan diberi sedikit wangi-wangian, di tempat jejak keluarnya darah, guna menghilangkan sisa-sisa aroma darah.
Demikian penjelasan mengenai niat angan mandi junub wanita serta tata langkah melakukannya sesuai hukum Islam. Semoga bermanfaat.
(han/fef)
10 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·