Jakarta, CNN Indonesia --
Tasyahud alias tahiyat akhir merupakan bagian dari rukun sholat nan dikerjakan sebelum salam. Pada saat tahiyat akhir, terdapat bacaan tahiyat akhir dan bersholawat kepada Nabi Saw.
Setelah itu, muslim dilanjutkan membaca angan setelah tahiyat akhir dan sholawat, tepat sebelum melakukan salam untuk mengakhiri sholat. Berikut referensi angan setelah tahiyat akhir sebelum salam dalam Arab, latin, dan artinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Membaca tahiyat akhir tidak hanya menjadi syarat sah salat, tetapi juga mengandung doa-doa krusial nan menyempurnakan ibadah kita kepada Allah SWT.
Sebagai umat Islam, memahami dan mengamalkan referensi angan tahiyat akhir sebelum salam sangatlah penting. Selain berisi salam dan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, tahiyat akhir juga mencerminkan kerendahan hati seorang hamba di hadapan Tuhannya sebelum mengakhiri sholat.
Kemudian, muslim dianjurkan membaca angan setelah baca tahiyat akhir apalagi makruh meninggalkannya. Dikutip dari NU Online, Syekh Zainuddin Al-Malibari menjelaskan dalam Fathul Muin:
وسن في تشهد أخير دعاء بعد ما ذكر كله، وأما التشهد الأول فيكره فيه الدعاء لبنائه على التخفيف، إلا إن فرغ قبل إمامه فيدعو حينئذ
Artinya, "Disunahkan pada tasyahud akhir bermohon setelah membaca angan tahiyat akhir seluruhnya. Sementara pada tasyahud awal makruh bermohon (setelah selesai baca angan tahiyat) lantaran tujuannya untuk meringankan (mempercepat), selain jika pemimpin belum selesai tasyahud awal. Dalam kondisi itu dibolehkan berdoa," (Lihat Syekh Zainuddin Al-Malibari, Fathul Mu'in, Jakarta, Darul Kutub Islamiyyah, 2009 M, laman 47).
Bacaan angan setelah tahiyat akhir sebelum salam
Menurut Syekh Zainuddin Al-Malibari, angan nan paling utama dibaca adalah angan nan ma'tsur dari Nabi Saw, sebagai berikut.
أَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ
Latin: Allâhumma innî a'ûdzubika min adzâbil qabri wa min 'adzâbin nar, wa min fitnatil mahyâ wal mamât wa min fitnatil masîhid Dajjâl.
Artinya: "Ya Allah, saya berlindung kepada-Mu dari siksaan kubur, siksa api neraka, tuduhan kehidupan dan kematian, serta berlindung dari tuduhan dajjal.
Selain angan di atas, dalam riwayat Al Bukhari disebutkan redaksi angan nan lain, sebagai berikut:
اللَّهمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْمًا كَثِيرًا كَبِيْرًا وَلَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ، فَاغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ، وَارْحَمْنِي إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
Latin: Allâhumma innî zhalamtu nafsî zhulman katsîran kabîran wa lâ yaghfirudz dzunûba illâ anta, faghfir lî maghfiratan min 'indika, warhamnî innaka antal ghafûrur rahîm.
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya saya telah menzalimi diriku dengan kezaliman nan banyak, tidak ada nan mengampuni dosa selain engkau. Ampunilah saya dengan pembebasan di sisi-Mu dan kasihilah aku, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
Demikian lafadz angan setelah tahiyat akhir sebelum salam nan disunnahkan untuk dibaca.
(fef)
[Gambas:Video CNN]
8 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·