CNN Indonesia
Selasa, 06 Jan 2026 19:15 WIB
Muhammad Fakih Santoso nan sebelumnya besar dalam Srimulat sekarang kudu banting setir menjadi komedian untuk memperkuat hidup. (dok. detikBali)
Jakarta, CNN Indonesia --
Muhammad Fakih Santoso yang sebelumnya besar dalam Srimulat kini kudu banting setir menjadi komedian untuk memperkuat hidup. Komedian berumur 68 tahun itu sekarang bekerja sebagai komedian demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Saat aktif berbareng Srimulat, Fakih memang tidak setenar Kabul Basuki namalain Tessy, maupun Nunung. Dalam periode 1984-1986, Fakih menjadi pemain Srimulat Surabaya dengan nama panggung Parlindungan Margasatwa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Muhammad Fakih setiap harinya sekarang bekerja menghibur anak-anak di area Kebun Raya Bali, Tabanan, sebagai seorang badut.
"Alhamdulillah dapat rezeki disyukuri lantaran Allah nan kasih toh. Ya tetap dijalani, pernah manggung bersama, cuman rezekinya lain," kata Fakih seperti diberitakan detikcom dan dikutip dari Insert Live pada Selasa (6/1).
Fakih sekarang lebih lama berprofesi sebagai komedian daripada menjadi personil Srimulat, ialah 15 tahun. Ia juga menghibur di taman kanak-kanak (TK) nan memerlukan jasanya, selain di area Kebun Raya Bali.
[Gambas:Video CNN]
Fakih berprofesi sebagai komedian dengan membawa nama panggung Mr. Brekele. Ia memasang tarif Rp500 ribu hingga Rp700 ribu per jam.
Pria nan sudah menetap di Bali selama 34 tahun itu mengaku sudah berpamitan dengan Srimulat sebelum memutuskan hijrah ke Denpasar. Ia tetap suka dihubungi jika ada pekerjaan besar.
Menurut pengakuannya, dia juga pernah bekerja sebagai penjahit sebelum kakinya patah lantaran kecelakaan.
"Jadi kadang-kadang jika ada job dibel (telepon) 'ada job', 'bisa pulang' ya saya pulang jika sudah gitu," paparnya.
"Karena jahit sudah bosen, sudah umur, kaki juga patah kecelakaan, akhirnya nge-MC nganten-nganten (pernikahan) Jawa, akhirnya mutusin ke bumi panggung komedi sama sulap," tuturnya.
(chri)
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·