Jakarta, CNN Indonesia --
Pemain Bhayangkara FC U-20, Fadly Alberto Hengga, mendapat balasan larangan bermain selama tiga tahun menyusul keputusan dari Komite Disiplin PSSI.
Pihak Bhayangkara FC langsung bergerak sigap untuk mengusulkan banding atas balasan nan dilayangkan kepada pemainnya.
Bhayangkara FC tetap menghormati keputusan nan dikeluarkan oleh Komdis PSSI. Akan tetapi, pihak klub menyatakan perlu ada peninjauan ulang terhadap poin-poin krusial dalam keputusan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami menghormati keputusan Komite Disiplin PSSI. Namun, kami menilai ada beberapa perihal nan tetap perlu dikaji ulang secara lebih komprehensif dan proporsional, terutama mengenai lama hukuman nan dijatuhkan kepada pemain," ujar Yongky Pamungkas selaku Manajer Bhayangkara FC U-20.
Yongky merasa keputusan nan telah dikeluarkan oleh Komdis PSSI belum mendeskripsikan secara komprehensif apa nan terjadi di lapangan. Menurutnya, terdapat pemain Bhayangkara FC U-20 nan juga terdampak dalam kejadian tersebut.
Insiden itu merujuk pada pertandingan EPA U-20 antara Bhayangkara FC vs Dewa United nan berjalan di Stadion Citarum, Semarang, 19 April lalu.
Laga tersebut diwarnai kejadian ricuh antar kedua pemain. Fadly Alberto jadi pemain nan paling disorot lantaran melayangkan tendangan kungfu ke salah satu pemain Dewa United, Rakha Nurkholis.
Kubu Bhayangkara FC tetap menyayangkan perbuatan nan dilakukan oleh Fadly. Akan tetapi, pihak klub merasa beberapa pemainnya juga ada nan menjadi korban dalam kerusuhan itu.
"Kami memastikan bakal mengusulkan banding. Ini adalah bagian dari upaya kami untuk mendapatkan penilaian nan lebih objektif, menyeluruh, dan berimbang," tegas Yongky.
"Kami memandang ada fakta-fakta di lapangan nan perlu menjadi pertimbangan lebih dalam, termasuk kondisi di mana beberapa pemain kami juga berada dalam posisi sebagai pihak nan terdampak," imbuhnya.
[Gambas:Video CNN]
(afr/sry)
Add
as a preferred source on Google
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·