slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Fakta-fakta Penangkapan Dewi Astutik, Buron Kasus Sabu Senilai Rp5 T

Sedang Trending 5 hari yang lalu
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap bandar narkoba jaringan internasional Dewi Astutik yang terlibat kasus penyelundupan dua ton sabu senilai Rp5 triliun.

Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto mengatakan pelaku ditangkap pada Senin (1/12), saat sedang berbareng seorang laki-laki di area lobi hotel di Sihanoukville, Kamboja.

"Tersangka ditangkap berada dalam kendaraan Toyota Prius berwarna putih, usai keluar dari salah satu hotel di Sihanoukville, Kamboja," jelasnya dalam konvensi pers.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut CNNIndonesia.com rangkum fakta-fakta penangkapan Dewi Astutik:

Ditangkap tanpa perlawanan

Suyudi menjelaskan bandar besar tersebut tidak melawan saat digelandang oleh petugas. Dewi juga dinilai kooperatif untuk menyampaikan keterangan dalam pemeriksaan pascapenangkapan.

"Target kita amankan tanpa perlawanan dan cukup kooperatif dan laki-laki nan berkepentingan saat ini tetap dilakukan pendalaman," katanya.

Kasus heroin di Bandara Soetta

Kepala Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta, Gatot Sugeng Wibowo menyebut sosok Dewi sukses diketahui lewat pengungkapan kasus penyelundupan 2,3 kilogram heroin nan sukses digagalkan.

"Kami pernah menggagalkan penyelundupan kokain alias heroin 2,3 kilogram dari kiriman tersangka DA ini," jelasnya.

Ia menjelaskan dari pengungkapan itulah pihaknya sukses mengidentifikasi sosok Dewi Astutik nan menjadi bandar alias dalang peredaran narkotika dari Kamboja.

Jual peralatan hingga Brasil, Masuk DPO di Korsel

Suyudi mengatakan bandar Dewi Astutik beraksi mengedarkan peralatan haram narkotika tersebut ke negara Indonesia hingga Brasil.

Akibat perbuatannya itu, kata dia, sosok Dewi nan berjulukan Paryatin apalagi masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) nan diterbitkan oleh Korea Selatan.

"Indonesia, Laos, Hongkong, Korea, Brasil, Ethiopia, dan dari pendalaman didapatkan info betul Paryatin namalain Dewi Astutik merupakan DPO Korea Selatan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (3/12).

Markas di Golden Triangel

Suyudi menjelaskan Dewi sudah beraksi di wilayah Golden Triangel (Thailand, Myanmar, Laos) sejak 2023. Dewi, kata dia, juga berkedudukan merekrut personil untuk jaringan perdagangan narkotika di negara-negara Asia Afrika.

"Kurir-kurir Paryatin namalain Dewi beraksi di negara antara lain: Indonesia, Laos, Hongkong, Korea, Brasil, Ethiopia," jelasnya.

Target WNI di Kamboja

Suyudi mengatakan kebanyakan nan dipekerjakan Dewi merupakan penduduk negara Indonesia (WNI) nan tidak mempunyai pekerjaan di Kamboja.

"Paryatin unik merekrut WNI nan jobless di Kamboja serta kawan-kawan kurir nan bersedia berasosiasi dengan Paryatin namalain Dewi," tuturnya.

Dalami jaringan Freddy Pratama

Lebih lanjut, dia menyebut saat ini pihaknya tetap mendalami keterlibatan jaringan Dewi dengan buron narkoba Freddy Pratama nan juga beraksi di Indonesia-Kamboja.

"BNN turut bekerja-sama berbareng Polri dan Bea Cukai guna mendalami operasi jaringan FP," katanya.

(tfq/isn)

[Gambas:Video CNN]

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru