Jakarta, CNN Indonesia --
Legenda Manchester United Rio Ferdinand menceritakan kisah mencekam di Dubai berbarengan dengan bentrok AS-Israel dan Iran.
Ferdinand menetap di Dubai berbareng istrinya, Kate, beserta anak-anaknya. Mereka terkena imbas perang serangan rudal AS vs Iran.
Ferdinand dan keluarganya apalagi kudu menjalani karantina wilayah di Dubai setelah rangkaian serangan rudal nan menyasar dekat kediamannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan bek timnas Inggris tersebut pindah ke Uni Emirat Arab (UEA) sejak Agustus lampau berbareng istri dan tiga anaknya.
Ferdinand termasuk di antara tokoh terkenal nan belakangan banyak memilih menetap di Timur Tengah, seperti petinju Amir Khan dan aktris Hollywood Lindsay Lohan nan juga tinggal di Dubai.
Namun, dalam beberapa hari terakhir, Dubai juga diserang Iran dan membikin Ferdinand ketakutan bakal keselamatan istri dan ketiga anaknya.
"Minggu ini sangat berbeda bagi saya, jujur saja. Pertama, saya dalam kondisi prima pagi ini lantaran seluruh family berolahraga. Agak mirip saat kondisi Covid, seluruh family melakukan hal-hal nan biasanya tidak kami lakukan bersama," kata Ferdinand dikutip Manchester Evening News.
"Sedikit pelajaran nan kami dapat di rumah hari ini. Menakutkan ketika Anda mendengar rudal, pesawat, dan jet tempur, nan kita tidak tahu, melintas di atas kita. Dan, Anda mendengar peledak besar dan kami tidak tahu apa itu lantaran kami tidak tahu detailnya," ujarnya.
Lebih lanjut Ferdinand juga mengungkapkan langkah membikin anak-anaknya untuk tetap tenang menghadapi situasi mencekam.
"Sejujurnya, ini agak menakutkan, tetapi pada saat nan sama anehnya saya merasa sangat kondusif dan terlindungi. Studio saya telah menjadi bunker saya."
"Kami disarankan untuk masuk ke ruang bawah tanah pada malam pertama ketika semua kebisingan dimulai dan kami tidur di sana dengan selimut tebal. Kami memanfaatkan ruang itu dengan bijak," tutur Ferdinand.
[Gambas:Video CNN]
(jun/jun/sry)
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·