CNN Indonesia
Sabtu, 18 Apr 2026 22:30 WIB
Ilustrasi. Film seram Korea "Salmokji: Whispering Water" mengangkat urban legend waduk angker. Kesuksesannya menarik banyak visitor penasaran ke letak tersebut. (Foto: The Lamp/Showbox)
Jakarta, CNN Indonesia --
Film seram terbaru Korea, Salmokji: Whispering Water, ramai diperbincangkan belakangan ini. Kesuksesan movie ini apalagi membikin Waduk Salmokji, letak original movie tersebut didatangi banyak fans nan penasaran lantaran keangkerannya.
Film ini mengangkat urban legend waduk nan berada di wilayah Yesan, Provinsi Chungcheong Selatan. Salmokji awalnya merupakan waduk biasa nan dibangun pada 1982 untuk memasok air ke pertanian setempat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, waduk itu juga dikenal sebagai letak berpenunggu oleh organisasi okultisme. Keaslian letak ini pun memicu ratusan orang nekat mengunjunginya awal hari untuk uji nyali, dan menjadikannya sebagai kejadian viral di media sosial.
Melansir laporan Korea JoongAng Daily, sebuah unggahan di media sosial menunjukkan bahwa usai movie Salmokji meledak di Korea, banyak orang beramai-ramai mendatangi waduk tersebut pada malam hingga awal hari.
"Ponsel dan internet saya tidak berfaedah selama beberapa saat. Mungkin lantaran lokasinya dikelilingi pegunungan dan berada di jalur terpencil," tulis salah seorang blogger mengenai letak tersebut.
Salmokji pertama kali dikenal di kalangan fans seram setelah ditampilkan dalam aktivitas "Midnight Horror Story" pada tahun 2021 di MBC, sebuah program cerita nan menghadirkan selebriti membacakan urban legend alias kisah nyata nan dikirimkan oleh penonton.
Dalam salah satu kisah, diceritakan seorang wanita, nan mengaku awalnya tidak percaya pada hal-hal gaib lantaran dia mengambil bidang fisika, menyatakan bahwa dia dipandu oleh GPS mobilnya hingga nyaris menabrak waduk tersebut. Setelah mengunjunginya, dia mengaku mengalami kemalangan.
Danau ini juga dikenal sebagai tempat memancing di kalangan masyarakat setempat, meskipun perihal itu dilarang di sana.
Ide awal menggarap Salmokji
Sutradara Lee Sang-min bercerita mengenai awal pembuatan movie ini. Menurutnya, saat mencetuskan buahpikiran untuk membikin movie mengenai hantu air, dia langsung terpikir tentang legenda Salmokji.
"Saat merencanakan movie seram nan berlatar di sekitar air, saya menemukan legenda Salmokji dan mulai menulis naskahnya dengan sungguh-sungguh," katanya Lee
Selama pencarian lokasi, Lee menggambarkan waduk tersebut sebagai ruang liminal.
"Pohon-pohon nan tumbuh dari air tampak menyeramkan, dan kabut melayang ke permukaan seolah-olah menarik orang-orang masuk," katanya.
"Saya membayangkan Salmokji sebagai periode pemisah antara hidup dan mati, lampau mencari letak serupa untuk syuting," lanjut dia.
Narasi movie ini berpusat pada karakter-karakter nan dengan sadar mendekati bahaya, didorong oleh motif pribadi seperti balas dendam, rasa bersalah, dan nafsu.
Selama proses syuting, para kru juga merasakan sejumlah momen nan menyeramkan.
"Itu adalah tempat di mana sinyal telepon sangat lemah sehingga tidak bisa menelepon, tapi kami mendengar nada panggil di dekat sebuah pengeras suara," katanya.
"Beberapa personil kru juga mengaku memandang hantu anak-anak di dekat menara batu," ujar dia.
(dmi/dmi)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·