Jakarta, CNN Indonesia --
Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Yenny Wahid menjadikan kasus dugaan kekerasan dan pelecehan seksual di pelatnas sebagai titik kembali pihaknya untuk menjadi lebih baik ke depan.
Yenny memastikan FPTI bakal melakukan pembenahan secara utuh. Sejumlah sistem dan patokan bakal dibuat untuk memastikan atlet merasa terlindungi dan aman.
"Ke depannya, FPTI bakal menggunakan momentum ini sebagai titik kembali untuk memanjat lebih tinggi lagi. Kami berkomitmen untuk beralih bentuk secara komprehensif dengan pembenahan utuh. Kami bakal membikin patokan bahwa atlet kondusif dan terlindungi. Mereka kudu bisa berlatih secara kondusif dan bahagia," ujar Yenny saat konvensi pers di Jakarta, Rabu (4/3).
"Kami bakal mengaktifkan sistem whistleblower dan protokol nan ketat. Tidak boleh ada latihan berdua dengan pembimbing secara tertutup. Ada kode etik nan kudu dipenuhi. Ada juga transparansi dan proses sehingga semua nan ada di sini merasa aman. Apa nan dialami oleh panjat tebing ini bisa jadi pelajaran untuk organisasi di Indonesia. Tindakan ini tidak boleh ditoleransi," katanya melanjutkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yenny memastikan pihaknya berkomitmen penuh untuk membangun lingkungan olahraga nan sehat. Ini lantaran FPTI mau sebaik mungkin menjaga para atlet.
"Beberapa atlet juga sudah membikin laporan ke polisi. Ini menunjukkan kesungguhan dari dugaan pelecehan seksual dan kekerasan bentuk dari pembimbing kepala tersebut," ujar Yenny.
"Kami berpihak pada kesejahteraan atlet dan menunjukkan komitmen kami membangun organisasi olahraga nan sehat. Kami bakal kembali konsentrasi pada pembinaan prestasi sembari menyelesaikan masalah nan ada," tuturnya.
Sebelumnya, kasus pelecehan seksual nan diduga melibatkan pembimbing Hendra Basir berujung penonaktifan nan berkepentingan dari timnas panjat tebing Indonesia. Sejumlah korban nan diwakili kuasa norma juga telah melaporkan Hendra Basir ke Mabes Polri pada Selasa (3/3).
[Gambas:Video CNN]
(ikw/jal)
6 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·