slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Gaduh Rekening Dormant Diblokir Ppatk, Nabung Di Bank Masih Relevan?

Sedang Trending 6 bulan yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Pemblokiran rekening dormant nan dilakukan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) membikin kegaduhan dan memicu kepanikan masyarakat Indonesia.

Incaran PPATK adalah rekening dormant alias nan tidak aktif bertransaksi. Pemblokiran ditempuh untuk mencegah penyalahgunaan rekening dalam tindak pidana alias ilegal. Jangka waktu rekening dormant adalah 3 bulan, 6 bulan, hingga 12 bulan sebelum akhirnya diblokir.

Padahal, selama ini banyak orang nan memang sengaja menabung di rekening perbankan. Para orang tua apalagi tetap kerap mengajarkan anaknya untuk memperkaya diri alias mengamankan kekayaan dengan langkah menabung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perencana Keuangan Finante.id Rista Zwestika menyebut menabung di bank sejatinya tetap diperlukan di era now. Akan tetapi, dia menekankan itu bukan satu-satunya langkah untuk menjaga nilai aset alias harta.

"Solusinya (agar tidak dormant), rekening bank tetap dipakai untuk transaksi rutin, bukan untuk menyimpan 'diam-diam'. Kalau hanya untuk simpanan jangka panjang, lebih baik cari pengganti lain," tuturnya kepada CNNIndonesia.com, Jumat (1/8).

Rista menegaskan menabung di bank bukan sebuah kesalahan. Hanya saja, penempatannya kudu dilakukan sesuai fungsi.

Ada 2 realita menabung di bank jenis Rista. Pertama, duit di rekening bank memang tidak bertumbuh. Nilainya malah berkurang pelan-pelan lantaran tergerus inflasi.

Kedua, bank tetap tetap dianggap krusial untuk perangkat transaksi. Ini meliputi pembayaran listrik, belanja, menerima gaji, dan tetap banyak lagi.

"Maka, idealnya rekening bank untuk kebutuhan harian dan transaksi," saran Rista.

"Menabung di bank itu tetap penting, tapi jangan semuanya ditaruh di sana. Kita perlu pandai membagi duit sesuai tujuan: ada nan buat harian (rekening aktif); buat darurat (e-wallet alias tabungan sigap cair); investasi; hingga kebutuhan jangka panjang dalam corak emas, properti, sukuk," tuturnya.

Ia mengatakan menyimpan duit tak kudu dalam corak investasi agresif. Namun, tidak seluruhnya ditaruh di tabungan lantaran bakal menyusut imbas inflasi.

Ada setidaknya 4 tujuan nan bisa dipertimbangkan untuk mengelola keuangan.

Pertama, keperluan biaya darurat nan bisa menggunakan rekening aktif alias e-wallet. Ini kudu mudah diakses dan sigap dicairkan, di mana besaran idealnya adalah 3 kali-6 kali pengeluaran bulanan.

Kedua, untuk memproteksi nilai duit dengan emas alias logam mulia. Ketiga, menumbuhkan duit dengan lebih sigap melalui reksadana, saham, alias obligasi. Keempat, untuk membeli properti, pergi haji, alias biaya pendidikan anak.

Rekening adalah Tempat Parkir

Perencana Keuangan Finansialku Luna Mantyasih Makarti menilai menabung di bank tetap relevan di era sekarang. Akan tetapi, dia menegaskan pengguna perbankan kudu mengerti kegunaan tabungan tersebut.

"Menabung di rekening bank tetap krusial untuk tujuan likuiditas dan kebutuhan jangka pendek," ucapnya.

"Idealnya rekening bank digunakan untuk biaya darurat (maksimal 12 bulan pengeluaran), transaksi harian dan bulanan, serta tempat parkir alias pengumpulan sementara sebelum dialihkan ke instrumen lain. Jadi, jangan menumpuk seluruh duit di bank untuk jangka panjang," saran Luna.

Luna mengakui ada salah kaprah dengan menabung di bank, apalagi jika dijadikan satu-satunya strategi. Tabungan menjadi kurang optimal jika uangnya tidak bakal dipakai dalam waktu dekat.

Ia menegaskan rekening bank bukan tempat optimal untuk menumbuhkan uang. Pasalnya, rata-rata kembang bank kurang dari 1 persen di saat inflasi bisa tembus 3 persen sampai 4 persen setiap tahunnya.

"Belum lagi ditambah biaya administrasi. Nilai duit di rekening bank bakal menyusut seiring waktu. Rekening sebaiknya dioptimalkan untuk mempermudah transaksi arus kas dan untuk menyimpan sebagian biaya darurat," jelas Luna.

"Sedangkan untuk mengamankan nilai duit dan membangun kekayaan, investasi adalah solusi nan lebih relevan," sambungnya.

Menurutnya, biaya darurat juga tidak kudu seluruhnya disimpan di rekening tabungan. Luna mengatakan ada opsi diversifikasi ke aset likuid lain, seperti simpanan dan reksadana pasar duit (RDPU).

Sementara, untuk menyimpan duit dengan tujuan perlindungan nilai jangka menengah, Luna menyarankan untuk ditempatkan di reksadana pendapatan tetap alias surat berbobot negara (SBN).

Ketika mau menumbuhkan kekayaan jangka panjang, duit tersebut bisa disimpan dalam corak saham alias logam mulia.

[Gambas:Video CNN]

(sfr)

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru