Jakarta, CNN Indonesia --
Ganesha Operation (GO) kembali menggelar aktivitas Meeting on Maximizing Motivation (M3) nan kedua di Universitas Sumatra Utara (USU) Medan, Minggu (25/1) nan diikuti lebih dari 2.400 peserta, terdiri atas siswa berbareng orang tua.
M3 Kota Medan menjadi bagian dari program pendampingan Ganesha Operation nan rutin dilaksanakan untuk membantu siswa mempersiapkan masa depan pendidikan. Melalui seminar motivasi ini, siswa diajak memahami pentingnya semangat belajar, juga didorong mempunyai arah dan kesiapan mental menghadapi tantangan pendidikan nan semakin kompetitif.
Pelaksanaan M3 Kota Medan dibagi menjadi dua sesi utama nan disesuaikan dengan jenjang pendidikan peserta. Sesi pertama ditujukan bagi siswa SMA dan peserta gap year dengan mengusung tema Do Your Best, nan menekankan pentingnya upaya maksimal dalam menghadapi persaingan masuk perguruan tinggi negeri. Sementara, sesi kedua diperuntukkan bagi siswa SMP dan SD dengan tema The Power of Change, nan mendorong siswa untuk berani melakukan perubahan positif sejak dini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada kesempatan tersebut, Ganesha Operation menghadirkan Direktur Utama Ganesha Operation, Prof. Bob Foster sebagai pembicara utama. Kehadiran Prof. Bob menjadi penguat pesan utama M3, ialah pentingnya motivasi, perubahan diri, dan upaya terbaik sebagai bekal meraih sasaran masa depan.
Prof. Bob menyampaikan materi motivasi nan disesuaikan dengan jenjang pendidikan peserta. Dalam paparannya, dia membujuk siswa memahami tantangan pendidikan masa kini, sekaligus menyiapkan diri menghadapi persaingan di masa depan.
Untuk siswa SD dan SMP, Prof. Bob menekankan pentingnya keberanian untuk berubah agar bisa menghadapi beragam tantangan belajar, seperti kurang fokus, rendahnya semangat, hingga tuntutan akademik nan semakin kompleks.
Ia mengingatkan bahwa perubahan dapat dimulai dari perihal mendasar, seperti memperbaiki prioritas, meningkatkan konsentrasi belajar, serta membangun budaya belajar nan disiplin dan konsisten. Menurutnya, kebiasaan belajar nan baik sejak awal menjadi fondasi krusial dalam meraih visi pendidikan di masa depan.
Bagi siswa SMA dan gap year, Prof. Bob menyoroti ketatnya persaingan masuk perguruan tinggi negeri serta pentingnya melakukan upaya terbaik secara berkelanjutan. Ia mendorong siswa untuk mengenali posisi dan potensi diri, terus memperbaiki strategi belajar, serta menjaga semangat dan kegigihan dalam menghadapi beragam jalur seleksi nan tersedia.
Melalui pesan Do Your Best, siswa diajak untuk berani mengambil keputusan hari ini demi mengantarkan diri pada kesuksesan di masa depan.
Salah satu momen nan paling berkesan dalam penyelenggaraan M3 Kota Medan adalah sesi pembacaan komitmen siswa di hadapan orang tua. Pada sesi ini, siswa diminta menuliskan komitmen pribadi mengenai tujuan belajar dan masa depan nan mau mereka capai, siswa diminta menyampaikan komitmennya dalam belajar demi mencapai masa depan mereka.
Suasana auditorium terasa emosional lantaran orang tua dilibatkan secara langsung sebagai saksi dari tekad dan perubahan sikap anak-anak mereka. Keterlibatan orang tua dalam sesi ini menjadi penguat pesan, bahwa proses pendidikan bukan hanya tanggung jawab siswa, tetapi juga memerlukan support keluarga.
Selain pembacaan komitmen, M3 ke-2 Kota Medan juga diisi dengan pemberian testimoni dari para peserta. Salah satunya disampaikan oleh Yoselyn Grace Natali, siswa GO Hayam Wuruk nan berasal dari SMAN 17 Medan.
Yoselyn menyebut rela meluangkan waktu di hari Minggu untuk mengikuti M3 lantaran merasakan dorongan motivasi nan kuat. Menurutnya, aktivitas ini membuatnya lebih termotivasi untuk belajar secara konsisten serta mulai menata waktu belajar dengan lebih terarah.
Ia juga mengaku semakin optimis dalam mengejar sasaran lolos ke Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada dengan menerapkan metode belajar dengan Formula 3B dari Ganesha Operation, ialah Belajar, Berlatih, dan Bertanding.
Dukungan terhadap Yoselyn turut disampaikan oleh orang tuanya, Jusuf Ginting nan juga merupakan Kepala SMAN 17 Medan. Ia berambisi motivasi nan diperoleh dari M3 dapat mendorong Yoselyn untuk semakin giat dan disiplin dalam belajar.
"Yoselyn bercita-cita melanjutkan pendidikan ke Teknik Kimia Universitas Gadjah Mada. Kami berambisi dia bisa belajar dengan tekun, bisa mengatur waktu dengan baik, dan menembus UGM sesuai dengan cita-citanya. Kami bakal selalu mendukung," ujar Jusuf.
Testimoni datang dari siswa SMAN 1 Medan, Raphael Isasar Manurung. Ia menilai, M3 bukan sekadar seminar motivasi biasa, melainkan forum nan secara unik ditujukan bagi para pejuang masuk perguruan tinggi negeri.
Raaphael sepakat, motivasi nan kuat dan tepat menjadi kunci agar siswa dapat melaju lebih sigap dalam meraih tujuan. Untuk itu, dia menilai aktivitas M3 mempunyai peran krusial dalam membangun kesiapan mental siswa menghadapi persaingan masuk PTN.
M3 Perkuat Pendampingan Pendidikan Siswa Medan
Pelaksanaan Meeting on Maximizing Motivation (M3) di Kota Medan menjadi ruang refleksi berbareng bagi siswa dan orang tua tentang pentingnya membangun motivasi, keberanian mengambil keputusan, serta konsistensi dalam menjemput masa depan.
Melalui rangkaian sesi motivasi, pembacaan komitmen, hingga testimoni inspiratif, M3 tidak hanya menghadirkan dorongan sesaat, tetapi juga menanamkan kesadaran bahwa proses pendidikan memerlukan upaya berkepanjangan dan support keluarga.
Kegiatan ini juga menegaskan komitmen Ganesha Operation dalam mendampingi siswa secara menyeluruh, baik dari sisi akademik, pembentukan mental dan karakter, hingga kesiapan menghadapi tantangan pendidikan. Pendampingan tersebut diharapkan bisa membantu siswa memahami potensi diri, serta menentukan arah belajar nan lebih realistis.
Melalui M3 ke-2 Kota Medan, Ganesha Operation berambisi para siswa semakin percaya diri dalam menetapkan tujuan, berani berproses, serta konsisten dalam memperjuangkan impian. Dengan support orang tua dan lingkungan belajar nan tepat, siswa Medan didorong tumbuh menjadi generasi nan tangguh, adaptif, dan siap bersaing di jenjang pendidikan berikutnya.
(rea/rir)
[Gambas:Video CNN]
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·