slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Geledah Rumah Wali Kota Madiun, Kpk Sita Uang Tunai

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah kediaman Wali Kota Madiun Maidi dan orang kepercayaannya berjulukan Rochim Ruhdiyanto pada Rabu, 21 Januari 2026.

Penyidik menemukan dan menyita sejumlah peralatan bukti diduga mengenai kasus dugaan pemerasan dengan modus fee proyek dan biaya Corporate Social Responsibility (CSR) serta penerimaan lainnya alias gratifikasi di lingkungan Pemerintah Kota Madiun.

"Di Madiun, pada Rabu (21/1), Penyidik melakukan penggeledahan di rumah MD [Maidi] dan RR [Rochim Ruhdiyanto]," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo melalui keterangan tertulis, Kamis (22/1).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dari penggeledahan nan berjalan hingga malam hari tersebut, interogator mengamankan beberapa arsip dan peralatan bukti elektronik. Selain itu, interogator juga mengamankan barbuk dalam corak duit tunai," terangnya.

Jumlah duit tunai tetap dalam proses penghitungan. Budi menambahkan interogator tetap bakal melakukan serangkaian penggeledahan pada hari ini. Namun, dia belum memberi info tempat-tempat mana saja nan bakal digeledah.

"Penggeledahan ini untuk mencari bukti-bukti lain nan dibutuhkan interogator untuk memperkuat bukti awal nan sudah diperoleh dalam peristiwa tertangkap tangan maupun pemeriksaan awal nan sudah dilakukan kepada para saksi dan tersangka," kata dia.

KPK menangkap Maidi berbareng 8 orang lainnya nan terdiri dari ASN Kota Madiun dan pihak swasta.

Dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) tersebut, KPK juga menemukan dan menyita peralatan bukti duit tunai sejumlah Rp550 juta. Selain itu, dari OTT ini juga, KPK menemukan adanya dugaan korupsi berupa permintaan fee publikasi perizinan di lingkungan Pemerintah KotaMadiun kepada pelaku upaya seperti hotel, minimarket, hingga waralaba.

Selanjutnya pada Juni 2025, Maidi juga diduga meminta duit kepada pihak developer senilai Rp600 juta. Uang tersebut diterima oleh Pemilik alias Direktur CV Mutiara Agung Sri Kayatin daripihak developer PT HB, nan selanjutnya disalurkan kepada Maidi melalui perantara Rochim Ruhdiyanto dalam dua kali transfer rekening.

Selain Maidi dan Rochim Ruhdiyanto, KPK juga memproses norma Kepala Dinas PUPR Kota Madiun Thariq Megah.

Para tersangka sudah ditahan KPK untuk 20 hari pertama sejak tanggal 20 Januari sampai dengan 8 Februari 2026. Penahanan dilakukan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Cabang Gedung Merah Putih KPK.

(ryn/ugo)

[Gambas:Video CNN]

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru