Jakarta, CNN Indonesia --
Banyak orang tua nan mencari info apakah ada vaksin nan ditanggung BPJS Kesehatan dan gimana langkah mendapatkannya. Pertanyaan ini wajar muncul lantaran imunisasi merupakan kebutuhan krusial bagi anak sejak lahir hingga usia tertentu.
Melalui imunisasi, anak bisa terlindungi dari beragam penyakit rawan nan berpotensi menakut-nakuti nyawa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayangnya, tidak semua orang tua bisa dengan mudah memberikan imunisasi lantaran argumen biaya. Inilah alasannya keberadaan vaksin nan ditanggung BPJS membantu meringankan beban masyarakat.
Dengan faedah ini, setiap anak berkuasa mendapatkan perlindungan kesehatan nan layak tanpa kudu cemas soal biaya. Lebih dari itu, imunisasi nan ditanggung BPJS juga mendukung program pemerintah dalam menekan nomor penyakit menular di Indonesia.
Jenis vaksin nan ditanggung BPJS
Pelayanan BPJS Kesehatan menanggung vaksin rutin sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Vaksin nan ditanggung adalah imunisasi dasar komplit untuk bayi usia 0-11 bulan. Berikut daftar vaksin nan bisa diperoleh melalui jasa BPJS.
1. Vaksin BCG (1 kali, usia 1 bulan)
Vaksin Bacille Calmette-Guerin (BCG) diberikan untuk mencegah TBC. Penyakit ini tetap menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia.
Dengan vaksin nan ditanggung BPJS berupa BCG, anak mempunyai perlindungan lebih kuat terhadap jangkitan kuman Mycobacterium tuberculosis.
2. Vaksin DPT (3 kali; usia 2, 3, dan 4 bulan)
Vaksin DPT melindungi anak dari penyakit difteri, pertusis (batuk rejan), dan tetanus. Pemberian dilakukan tiga kali pada bulan kedua hingga keempat usia bayi.
Karena termasuk dalam vaksin nan ditanggung BPJS, orang tua tidak perlu lagi cemas soal biaya untuk vaksin ini.
3. Vaksin polio (4 kali, usia 1-4 bulan)
Polio adalah penyakit rawan nan bisa menyebabkan kelumpuhan permanen. Vaksin polio diberikan sebanyak empat kali, baik melalui tetes oral maupun suntikan.
Program BPJS memastikan vaksin polio tersedia bagi seluruh bayi peserta aktif.
4. Vaksin balang (1 kali, usia 9 bulan)
Campak bisa menimbulkan komplikasi serius seperti radang paru hingga radang otak.
Melalui program imunisasi dasar, vaksin balang juga masuk dalam daftar vaksin nan ditanggung BPJS. Booster kemudian diberikan ketika anak berumur 18 bulan dan 5-7 tahun.
5. Vaksin hepatitis B
Vaksin ini diberikan kepada bayi baru lahir, khususnya dari ibu dengan riwayat hepatitis B. Vaksin HB-0 kudu diberikan dalam 24 jam pertama setelah bayi lahir.
Dengan cakupan BPJS, vaksin ini dapat dilakukan tanpa tambahan biaya di puskesmas.
Syarat dan prosedur mendapatkan vaksin dari BPJS
Melansir Panduan Layanan: Bagi Peserta Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat, untuk mendapatkan jasa vaksin nan ditanggung BPJS, peserta kudu memastikan status kepesertaan aktif dan tidak mempunyai tunggakan iuran.
Setelah itu, orang tua dapat membawa anak ke puskesmas alias akomodasi kesehatan tingkat pertama (FKTP) nan bekerja sama dengan BPJS. Biasanya, puskesmas sudah mempunyai agenda tertentu untuk imunisasi.
Sebelum pemberian vaksin, tenaga kesehatan bakal melakukan pemeriksaan awal seperti mengukur berat badan, tinggi badan, serta wawancara singkat tentang kondisi kesehatan anak.
Jika dinyatakan sehat, barulah anak mendapatkan imunisasi sesuai jadwalnya.
Demikian info mengenai daftar vaksin nan ditanggung BPJS Kesehatan. Semoga bermanfaat.
(gas/fef)
[Gambas:Video CNN]
6 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·