Jakarta, CNN Indonesia --
Grup Volkswagen berencana memangkas biaya sekitar 20 persen di seluruh lini merek pada akhir 2028 untuk memperkuat pondasi finansial menghadapi akibat kenaikan biaya operasional, kejuaraan berbareng merek China serta tarif Amerika Serikat.
CEO Oliver Blume dan kepala finansial Arno Antlitz mempresentasikan rencana penghematan "besar-besaran" ini dalam sebuah pertemuan tertutup dengan para pelaksana puncak di Berlin pada pertengahan Januari 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang ahli bicara perusahaan mengatakan Volkswagen telah meluncurkan program di seluruh merek dan entitasnya tiga tahun lampau dan sejak itu sukses menghemat biaya sekitar puluhan miliar euro. Program tersebut memungkinkan grup mengimbangi tekanan geopolitik seperti tarif AS.
Namun Reuters dalam laporannya menyebut pertemuan ini belum secara spesifik mengungkap sektor nan bakal dihemat serta gimana kerja sama antar-merek dapat ditingkatkan. Penutupan pabrik juga disebut-sebut sebagai salah satu opsi nan mungkin dipertimbangkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua majelis pekerja Volkswagen Daniela Cavallo mengakui laporan tersebut tetapi menyoroti kesepakatan dengan Volkswagen AG nan dicapai pada akhir 2024.
"Dengan perjanjian ini, kami secara tegas menolak penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja lantaran argumen operasional," kata Cavallo dalam sebuah pernyataan, dilansir Rabu (18/2).
Pangkas 35 ribu pekerja
Produsen mobil terbesar di Eropa ini disebut sedang dalam proses memangkas 35 ribu pekerja di Jerman hingga 2030. Pada Januari mereka berencana mengurangi posisi manajemen dan mengonsolidasikan platform produksinya, dengan sasaran penghematan 1 miliar euro (US$1,2 miliar) dalam periode nan sama.
Juru bicara Volkswagen menambahkan bahwa Blume bakal memberi pembaruan dalam konvensi pers hasil tahunan perusahaan pada 10 Maret.
Dilaporkan juga pengeluaran Volkswagen untuk perangkat lunak serta pengembangan dobel mesin pembakaran internal dan sistem penggerak listrik tetap tetap tinggi, mengutip sumber nan datang dalam pertemuan tersebut.
Tak hanya Volkswagen, merek lain asal Jerman, Mercedes-Benz juga sedang berada di masa susah sehingga pilihan 'ikat pinggang' menjadi solusi terbaik bagi perusahaan.
Mercedes-Benz telah menyatakan margin untung bagian otomotif dapat kembali turun tahun ini. Hal tersebut menekankan jika perusahaan bakal terus menerapkan "disiplin biaya tanpa henti".
(ryh/fea)
[Gambas:Video CNN]
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·