slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Harga Minyak Balik Ke Bawah Us$100 Usai As Izinkan Beli Minyak Rusia

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Harga minyak dunia turun pada perdagangan Jumat (13/3) pagi setelah pemerintah Amerika Serikat mengeluarkan izin sementara bagi negara-negara untuk membeli minyak Rusia nan saat ini tertahan di laut selama 30 hari. Kebijakan tersebut meredakan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan daya global.

Mengutip Reuters, nilai perjanjian minyak mentah Brent turun 71 sen alias 0,71 persen menjadi US$99,75 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat melemah 88 sen alias 0,92 persen menjadi US$94,85 per barel.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan publikasi lisensi tersebut merupakan langkah untuk menstabilkan pasar daya dunia nan bergolak akibat perang di Iran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Analis Haitong Futures, nan An, menilai kebijakan itu memang membantu meredakan kekhawatiran pasar dalam jangka pendek, namun belum menyelesaikan masalah utama nan memicu ketidakpastian nilai minyak.

"Penerbitan lisensi ini meredakan kekhawatiran pasar, tetapi tidak menyelesaikan masalah paling mendasar. Hal terpenting adalah pemulihan navigasi di Selat Hormuz," ujarnya.

Pengumuman mengenai minyak Rusia itu muncul sehari setelah Departemen Energi AS menyatakan bakal melepas 172 juta barel minyak dari persediaan strategis alias Strategic Petroleum Reserve untuk menahan lonjakan nilai minyak akibat perang di Iran.

Langkah tersebut dikoordinasikan dengan International Energy Agency nan juga sepakat melepas total 400 juta barel minyak dari persediaan strategis global, termasuk kontribusi dari Amerika Serikat.

Meski demikian, analis IG Tony Sycamore mengatakan akibat positif dari pelepasan persediaan minyak itu tidak berjalan lama setelah akibat geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat.

Sebelumnya pada Kamis (12/3), nilai minyak melonjak lebih dari 9 persen dan mencapai level tertinggi sejak Agustus 2022. Ketegangan meningkat setelah pemimpin tertinggi baru Iran Mojtaba Khamenei menyatakan negaranya bakal terus bertempur dan tetap menutup Selat Hormuz sebagai perangkat tekanan terhadap Amerika Serikat dan Israel.

Situasi di area juga semakin memanas setelah dua kapal tanker bahan bakar di perairan Irak diserang kapal bermuatan bahan peledak nan diduga berasal dari Iran. Seorang pejabat Irak mengatakan pelabuhan minyak negara tersebut apalagi menghentikan operasinya sepenuhnya.

Selain itu, Oman juga memindahkan seluruh kapal dari terminal ekspor minyak utamanya di Mina Al Fahal sebagai langkah pencegahan di tengah meningkatnya akibat keamanan.

Di sisi lain, beragam upaya dilakukan untuk menjaga jalur pengiriman daya tetap berjalan. Bessent menyebut Angkatan Laut AS berbareng kemungkinan koalisi internasional siap mengawal kapal nan melintasi Selat Hormuz jika kondisi militer memungkinkan.

Arab Saudi juga dilaporkan bayar biaya tambahan untuk mengalihkan rute tanker melalui Laut Merah dengan memanfaatkan pipa East-West guna menyalurkan minyak ke pasar global.

Sementara itu, Iran disebut tetap mengizinkan satu hingga dua kapal tanker melintas setiap hari, terutama menuju China, untuk menjaga arus pendapatan dari ekspor minyak tetap berjalan.

[Gambas:Video CNN]

(ldy/ins)

Add as a preferred
source on Google

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru