slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Harga Minyak Bergejolak Usai Iea Bahas Pelepasan Cadangan Terbesar

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Harga minyak dunia naik tipis pada Rabu (11/3) setelah muncul laporan bahwa International Energy Agency (IEA) mempertimbangkan pelepasan persediaan minyak terbesar dalam sejarah untuk meredam gangguan pasokan akibat perang Iran.

Mengutip Reuters, nilai minyak mentah Brent naik tipis 11 sen alias 0,13 persen menjadi US$87,91 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat naik 7 sen alias 0,08 persen ke level US$83,52 per barel.

Meski demikian, kedua perjanjian minyak sempat turun tajam setelah laporan mengenai rencana pelepasan persediaan minyak tersebut muncul.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut laporan Wall Street Journal, rencana pelepasan persediaan minyak oleh negara personil IEA apalagi dapat melampaui 182 juta barel, nan sebelumnya dilepas ke pasar pada 2022 ketika Rusia melancarkan invasi besar-besaran ke Ukraina.

Hingga sekarang pihak IEA maupun Gedung Putih belum memberikan tanggapan resmi mengenai laporan tersebut. Di sisi lain, bentrok di Timur Tengah terus meningkatkan ketegangan di pasar daya global.

Amerika Serikat dan Israel dilaporkan melancarkan serangan udara intens terhadap Iran pada Selasa (10/3) nan disebut sebagai salah satu serangan paling kuat sejak bentrok pecah.

Militer AS juga menyatakan telah menghancurkan 16 kapal penyebar ranjau milik Iran di sekitar Selat Hormuz. Presiden AS Donald Trump sebelumnya juga memperingatkan bahwa setiap ranjau nan dipasang Iran di selat strategis tersebut kudu segera disingkirkan.

Trump juga menyatakan Amerika Serikat siap mengawal kapal tanker nan melintasi Selat Hormuz jika diperlukan. Namun sumber industri pelayaran menyebut Angkatan Laut AS untuk sementara menolak permintaan pengawalan militer lantaran akibat serangan tetap dinilai terlalu tinggi.

Analis pasar dari IG di Sydney, Tony Sycamore, memperkirakan nilai minyak bakal tetap sangat naik turun dalam waktu dekat. Ia mengatakan nilai minyak berpotensi bergerak dalam kisaran lebar antara US$75 hingga US$105 per barel dalam beberapa waktu mendatang.

Sebelumnya pada Senin, nilai minyak sempat melonjak hingga menembus US$119 per barel, level tertinggi sejak pertengahan 2022. Sementara itu, negara-negara personil G7 juga mulai membahas kemungkinan pelepasan persediaan minyak darurat untuk meredam lonjakan nilai energi.

(ldy/ins)

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru