CNN Indonesia
Kamis, 04 Des 2025 10:49 WIB
Harga minyak mentah naik tipis pada Kamis (4/12) usai Ukraina untuk kelima kalinya menyerang prasarana minyak Rusia di tengah buntu pembicaraan damai. Ilustrasi. (Dok. Shell Singapura)
Jakarta, CNN Indonesia --
Harga minyak mentah bergerak sedikit lebih tinggi pada perdagangan Kamis (4/12) didorong serangan Ukraina terhadap prasarana minyak Rusia, nan memicu kekhawatiran gangguan pasokan.
Apalagi, kebuntuan pembicaraan tenteram antara Rusia dan Ukraina menurunkan ekspektasi pasar bahwa aliran minyak Moskow bakal segera kembali ke pasar global.
Namun, lemahnya esensial pasar sukses mengerem kenaikan nilai minyak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip Reuters, nilai minyak Brent naik 14 sen alias 0,22 persen menjadi US$62,81 per barel. Sementara West Texas Intermediate (WTI) menguat 16 sen alias 0,27 persen ke US$59,11 per barel.
Sumber intelijen militer Ukraina menyampaikan pihaknya menyerang jaringan pipa minyak Druzhba di wilayah Tambov, Rusia tengah, pada Rabu (3/12). Ini merupakan serangan kelima terhadap pipa nan menyalurkan minyak Rusia ke Hungaria dan Slovakia.
Meski demikian, operator pipa dan perusahaan migas Hungaria menyatakan aliran minyak tetap melangkah normal.
Sentimen pasar juga terdongkrak oleh persepsi bahwa rencana perdamaian Rusia-Ukraina menemui jalan buntu. Perwakilan Presiden AS Donald Trump keluar dari pertemuan dengan Kremlin tanpa kemajuan berfaedah dalam upaya mengakhiri perang. Trump mengaku belum dapat memastikan langkah selanjutnya.
Sebelumnya, angan pencabutan hukuman Rusia dan kembalinya minyak Moskow ke pasar dunia sempat menekan harga, lantaran pedagang memperkirakan tambahan pasokan dapat memperparah kelebihan suplai nan sudah terjadi.
"Meski ada kenaikan, kekhawatiran terhadap banjir pasokan dan lemahnya permintaan tetap membebani nilai minyak," kata analis IG Tony Sycamore dalam catatan riset.
Fitch Ratings pada Kamis juga menurunkan dugaan nilai minyak untuk periode 2025-2027, mencerminkan ekspektasi kelebihan pasokan dan pertumbuhan produksi nan diperkirakan melampaui permintaan.
[Gambas:Video CNN]
(ldy/pta)
5 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·