Jakarta, CNN Indonesia --
Rencana pengadaan kendaraan operasional untuk Koperasi Merah Putih sebetulnya tak hanya mengerucut pada pikap maupun kendaraan komersial lain. Ke depan, realisasi pengadaan nampaknya bakal diarahkan untuk industri sepeda motor.
Astra Honda Motor (AHM), produsen sepeda motor terbesar di Indonesia, mengakui ada kesempatan dari program tersebut. Namun perusahaan menilai jumlah pengadaan motor kemungkinan tidak bakal sebesar pemesanan kendaraan komersial nan sebelumnya dilakukan pemerintah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai gambaran, BUMN Agrinas Pangan Nusantara telah mengimpor 105 ribu unit pikap dan truk ringan untuk mendukung kebutuhan Koperasi Merah Putih. Untuk roda dua kemungkinan jumlah pengadaan bakal jauh lebih mini dari itu.
"Sejauh ini baru parsial, tapi belum besar. Parsial saja, tidak sampai seperti mobil," kata Direktur Marketing AHM Octavianus Dwi Putro di Jakarta belum lama ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam patokan nan beredar, setiap koperasi disebut berpotensi memperoleh beberapa jenis kendaraan untuk kebutuhan operasional. Hal ini dinilai dapat menjadi kesempatan untuk pasar baru AHM menggarap segmen pembeli fleet.
"Kalau aturannya kan setiap Koperasi Merah Putih dapat satu truk, satu pikap, dua motor. Tapi itu kan tetap juklaknya. Kami pasti support," kata dia.
Untuk tindak lanjut Koperasi Desa, Octa menambahkan pihaknya belum dapat berbincang banyak. Bagi dia AHM sifatnya tetap menunggu kejelasan spesifikasi dan kebutuhan unit dari pihak terkait.
"Kami belum tahu spek nan dibutuhkan lantaran belum pernah ada pembicaraan," kata dia.
Ia pun memastikan dari sisi kapabilitas produksi dan jasa usai penjualan, AHM siap mendukung agar program tersebut melangkah maksimal.
Pasar fleet Honda
Pada segmen fleet, lanjut Octa, AHM saat ini mengandalkan sejumlah model seperti segmen bebek ada Revo dan Supra X. Lalu kelas sport, pihaknya menyediakan pilihan antara Verza alias motor trail CRF150L.
Lalu pada kategori skuter matik, penggunaannya dinilai lebih beragam lantaran dipakai oleh beragam instansi, mulai dari pemerintah hingga perusahaan swasta di wilayah perkotaan maupun daerah.
Dari seluruh model tersebut, Revo dan Verza menjadi model paling dominan untuk kebutuhan fleet AHM. Sementara itu motor trail CRF pernah dibeli pemerintah sebagai kendaraan operasional, khususnya penggunaan di medan berat.
"Kalau sekarang dominan Revo dan Verza," katanya.
Ia melanjutkan selama ini kontribusi penjualan AHM untuk kebutuhan fleet alias pembelian secara borongan relatif mini dibandingkan pasar ritel. Meski begitu, segmen tersebut tetap menyumbang porsi tersendiri terhadap total penjualan perusahaan.
"Mungkin sekitar 5-6 persen dari total penjualan," ujar Octavianus.
(ryh/fea)
[Gambas:Video CNN]
4 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·