slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Icdx Catat Lonjakan Komoditas Minyak Mentah Di Tengah Krisis Timteng

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) mencatat lonjakan transaksi perjanjian berjangka komoditas minyak mentah sejak krisis politik terjadi di Timur Tengah.

Sepanjang bulan Maret 2026, transaksi perjanjian berjangka komoditas minyak mentah COFU10 tercatat sebanyak 648 lot, melonjak jauh dari transaksi di bulan Februari 2026 sebesar 12 lot dan Januari 2026 sebesar 4 lot.

COFU10 merupakan perjanjian berjangka minyak mentah nan merepresentasikan 10 barel per lot. Adapun jenis minyak mentah dalam perjanjian berjangka ini adalah jenis West Texas Intermediate (WTI) ialah minyak mentah ringan (light) dan manis (sweet), nan menjadi salah satu patokan (benchmark) nilai minyak bumi utama.

Direktur ICDX Nursalam mengatakan Lonjakan transaksi perjanjian berjangka minyak mentah khususnya COFU10 ini menunjukkan tingginya minat pelaku upaya melakukan hedging alias lindung nilai atas komoditas tersebut.

"Krisis di Timur Tengah cukup memberikan guncangan pada pasar daya global, khususnya minyak mentah. Dalam situasi seperti ini, hedging alias lindung nilai dapat mengatasi akibat nan terjadi atas perubahan nilai pada pasar fisik," kata Nursalam dalam rilisnya.

Selain perjanjian berjangka minyak mentah, kata dia, saat ini di ICDX telah memfasilitasi transaksi multilateral nan dapat dimanfaatkan para pelaku upaya untuk hedging dari beberapa komoditi seperti mata duit dan emas.

Terpisah, Commodity Analyst, Research & Development ICDX Girta Yoga mengatakan nilai minyak mentah dalam jangka pendek tetap cukup kuat untuk bergerak pada tren bullish, lantaran pengaruh dari akibat geopolitik timur tengah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Risiko geopolitik dari perang Iran ini berakibat langsung pada gangguan pasokan di pasar dunia akibat tindakan saling blokade di jalur pengiriman vital, terutama Selat Hormuz nan berkontribusi terhadap sekitar 20 persen pasokan daya global," katanya.

Selain itu, parameter lain nan dipantau termasuk kelanjutan negosiasi gencatan senjata AS - Iran untuk mencapai kesepakatan tenteram nan mengakhiri perang Iran, perkembangan bentrok Israel - Lebanon, kebijakan mengenai output OPEC+, dan pertumbuhan permintaan di negara importir utama seperti China dan India.

(asa)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru