CNN Indonesia
Rabu, 04 Mar 2026 07:15 WIB
Ilustrasi. IDAI mencatat saat ini kasus balang Indonesia tertinggi kedua di bumi setelah Yaman. (Nanie Wardhani)
Jakarta, CNN Indonesia --
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebut kasus campak Indonesia tertinggi kedua di dunia.
Ketua IDAI Jawa Barat Anggraini Alam mengatakan kasus balang di Indonesia saat ini memang cukup parah. Dia mengungkap sekarang Indonesia berada di urutan kedua negara dengan kasus balang tertinggi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Indonesia urutan kedua KLB (kejadian luar biasa) balang di bumi memang demikian, mau apa lagi. Dan kasus balang di 2025 nan konfirmasi jadi pasti-pastinya itu 11 ribu lebih, suspeknya itu 60-an ribu lebih," kata Anggi dalam sebuah jumpa media daring seperti dilaporkan detikHealth.
Dia menambahkan di kasus balang sekarang laboratorium terbilang kewalahan. Pada 2025 saja, nyaris 50 ribu spesimen masuk.
Sementara itu, berdasar info IDAI, Yaman merupakan negara dengan jumlah kasus balang tertinggi kemudian kasus balang Indonesia tertinggi di dunia. Berikut lima negara dengan kasus balang tertinggi nan dilaporkan dalam enam bulan terakhir.
1. Yaman: 11.288 kasus
2. Indonesia: 10.744 kasus
3. India: 9.666 kasus
4. Pakistan: 7.361 kasus
5. Angola: 4.843 kasus
Seperti dilansir dari laman Kementerian Kesehatan, peningkatan kasus balang dilaporkan di beragam area di bumi termasuk Asia Tenggara dan Pasifik Barat.
Indonesia sempat menerima notifikasi International Health Regulation (IHR) mengenai kasus balang pada penduduk negara Australia nan melakukan perjalanan dan tinggi sementara di Indonesia.
Selain itu, dinamika kasus balang sangat berangkaian dengan ketimpangan imunisasi di tingkat daerah.
"Secara nasional capaian imunisasi campak-rubella sudah melampaui target, namun kasus tetap terjadi di provinsi, kabupaten, apalagi desa tertentu nan mempunyai cakupan imunisasi rendah. Di wilayah-wilayah inilah akibat KLB balang menjadi lebih tinggi," kata Konsultan Penyakit Infeksi dan Tropik Anak Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSUPN Mulya Rahma Karyanti.
Pun IDAI menyorot ada wilayah dengan tingkat vaksinasi rendah seperti Timika dan Sumenep. Tingkat vaksinasi rendah dapat menimbulkan akibat korban jiwa.
Kasus balang Indonesia tertinggi kedua di dunia. Kementerian Kesehatan pun menyebut bakal terus meningkatkan kewaspadaan nasional lewat penguatan surveilans, respons sigap KLB dan kerjasama lintas sektor guna pencegahan penularan campak.
(els)
[Gambas:Video CNN]
3 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·