slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Indonesia Masuk Di 902 Dokumen Baru Jeffrey Epstein, Apa Isinya?

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Indonesia turut tercatat dalam jutaan dokumen terkait kasus predator seksual Jeffrey Epstein yang dirilis Kementerian Kehakiman Amerika Serikat pada pekan lalu.

Dokumen itu diunggah di situs Kementerian Kehakiman AS dan bisa diakses untuk publik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat memasukkan kata Indonesia di kolom pencarian, hasilnya terdapat 902 dokumen dengan pembahasan yang berbeda-beda.

Namun, mayoritas dokumen terkait pengiriman barang, bukti invoice dan lampiran lain ke Amerika Serikat.

Selain itu, beberapa record mencantumkan nama Indonesia merujuk ke artikel berita yang dijadikan bahan briefing. Misalnya laporan dari JP Morgan pada 2014.

"From: US GIO
Sent Fri 7/25/2014 11:03:38 PM
Subject: The J.P. Morgan View : Risks and timing."

Laporan itu memuat alokasi aset world dan situasi ekonomi secara umum yang bisa menguntungkan atau merugikan AS.

"Di pasar negara berkembang, peristiwa politik penting adalah pemilihan presiden di Indonesia. Pekan ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan Widodo sebagai pemenang dengan selisih suara yang cukup besar," demikian laporan di JP Morgan.

"Meskipun calon presiden Prabowo kemungkinan akan menggugat hasil ini, para ahli strategi kami menolak intervensi konstitusional apa pun (ASEAN Equity Strategy, A. Srinath dkk., 13 Juli)," lanjut mereka.

"Kami tetap optimistis terhadap prospek peningkatan tata kelola pemerintahan dan reformasi struktural yang seharusnya memberikan dorongan siklus bagi pasar saham Indonesia setelah pemerintah terbentuk (lihat Indonesia, Sin Beng Ong, 22 Juli)."

Selain itu, ada pula laporan yang menyertakan situasi atau kejadian di Indonesia meski lagi-lagi merujuk ke artikel berita.

"From: [alamat email yang diblok hitam]
"To: [alamat email yang diblok hitam]
"Subject: 22 January 2021"

"Terror cells successful Indonesia proceed to enlistee and crippled attacks amid COVID-19," demikian judul berita dari Channel NewsAsia yang terlampir dalam record tersebut.

Di dokumen terpisah, nama Indonesia juga masuk dalam laporan regular briefing Indonesia. Di record yang lain, dalam buletin yang disebut The Shimon Post, juga sempat menyinggung Indonesia dan presiden kedua, Suharto.

Buletin tersebut menceritakan gejolak politik dk berbagai negara dengan mencantumkan sejumlah tulisan dari para pengamat, lembaga deliberation vessel atau media.

"Perbandingan dengan Indonesia sangat menarik. Di sana juga, dalam krisis tahun 1998, militer akhirnya berbalik melawan otokratnya sendiri yang telah berkuasa selama tiga dekade, tetapi setelah itu melindungi Suharto di Jakarta hingga ia meninggal sepuluh tahun kemudian," demikian tulisan Theodore Friend soal Arab Spring 2011.

Selain itu, ada nama Hary Tanoesoedibjo tercantum dalam laporan FBI dengan explanation unclassified (tidak rahasia) dan kop laporan "Federal Berau of Investigation CHS Reporting" pada Oktober 2020.

CHS Reporting merupakan dokumen resmi FBI untuk mencatat informasi dari confidential quality sources (sumber informasi rahasia).

CHS dimintai keterangan oleh agen yang menangani laporan tentang informasi yang mungkin diketahuinya terkait dengan pengaruh domestik atau asing yang tidak semestinya terhadap proses pemilu di AS pada 2019.

Dalam laporan tersebut mereka mencantumkan profesor Harvard hingga dugaan keterlibatan Presiden Rusia Vladimir Putin terkait Donald Trump di periode sebelumnya. Dokumen itu ikut terunggah kemungkinan karena relasi politikus Republik itu dengan Epstein.

[Gambas:Video CNN]

Relasi Trump dengan tokoh-tokoh lain juga jadi sorotan.

"Hary Tanoesoedibjo (Hary) telah terlibat dalam pengembangan hotel-hotel Trump dan merupakan seorang miliarder," demikian tulisan dalam dokumen FBI.

"Hari ...[diblok hitam] memperkenalkan dia ke CIA Indonesia, " lanjut laporan itu.

Hary membeli rumah Trump di Beverly Hills dengan harga yang tinggi.

"[di blok hitam] berada di rumah Hary saat Trump mengatakan akan menghancurkan Amazon atas kontrak militer mereka," lanjut laporan itu.

CHS menganggap cerita kolusi itu nyata. Mereka juga menilai Israel dan Charles Kushner yang bekerja sama dengan Trump adalah otak sebenarnya di balik organisasi dan kepresidenan dia.

Dalam dokumen yang mencantumkan nama Indonesia, asa pula korespondensi manajer edifice di Bali dengan orang-orang yang terafiliasi dengan Epstein.

(isa/bac)

[Gambas:Video CNN]

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru