CNN Indonesia
Kamis, 23 Apr 2026 16:19 WIB
Ilustrasi. Indonesia tercatat sebagai salah satu negara dengan jumlah kasus balang tertinggi di dunia, menempati ranking kedua secara global. (iStock/kipgodi)
Jakarta, CNN Indonesia --
Indonesia sekarang tercatat sebagai salah satu negara dengan jumlah kasus campak tertinggi di dunia, apalagi menempati ranking kedua secara dunia dalam beberapa waktu terakhir.
Hal tersebut didapat dari info Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat. Indonesia berada di posisi ke-2, dengan jumlah 10.744 kasus dalam beberapa waktu terakhir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Hartono Gunardi mengatakan, posisi Indonesia tersebut menunjukkan peningkatan kasus dalam beberapa tahun terakhir.
"Tahun 2024 kita tetap masuk 10 besar, tahun 2025 di peringat enam, dan tahun 2026 ini sudah menduduki ranking kedua dunia," ujar Hartono dalam aktivitas Temu Jurnalis Pekan Imunisasi Sedunia 2026 di Jakarta, Kamis (23/4).
Selain Indonesia, sejumlah negara juga masuk dalam daftar 10 besar. Di antaranya sebagai berikut:
1. Yaman - 11.288 kasus
2. Indonesia - 10.744 kasus
3. India - 9.666 kasus
4. Pakistan - 7.361 kasus
5. Angola - 4.843 kasus
6. Laos - 3.167 kasus
7. Meksiko - 2.846 kasus
8. Nigeria - 2.755 kasus
9. Afghanistan - 2.668 kasus
10. Mongolia - 2.551 kasus
Tak bisa dianggap sepele
[Gambas:Video CNN]
Hartono mengingatkan bahwa balang bukan penyakit ringan. Justru, penyakit ini termasuk salah satu nan paling mudah menular.
"Campak ini penyakit nan sangat menular. Satu orang nan terkena balang dapat menularkan ke 12 sampai 18 orang," ujar Hartono.
Dalam kondisi tertentu, penularannya apalagi bisa jauh lebih tinggi. Ia mencontohkan kasus ekstrem seorang pramugari nan dilaporkan menularkan balang hingga 39 orang dalam satu penerbangan.
Tak hanya mudah menular, balang juga berisiko menimbulkan komplikasi berat, terutama pada anak.
Hartono menyebut, sekitar 1 dari 20 anak nan terkena balang berisiko mengalami radang paru (pneumonia), nan menjadi salah satu penyebab utama kesakitan dan kematian pada anak balita.
"Campak ini bukan hanya menyebabkan sakit biasa. Komplikasinya bisa berat, seperti radang paru hingga radang otak," katanya.
Cakupan imunisasi rendah
Di tengah tingginya kasus, cakupan imunisasi di Indonesia tetap menjadi tantangan.Data nan disampaikan dalam aktivitas tersebut menunjukkan sekitar 2,8 juta anak di Indonesia belum mendapatkan imunisasi lengkap.Padahal, imunisasi menjadi langkah paling efektif untuk mencegah penularan dan menekan nomor kasus campak.
"Oleh lantaran itu, pemerintah terus menganjurkan imunisasi dasar lengkap," ujar Hartono.
Ilustrasi. Rendahnya cakupan imunisasi jadi sorotan di tengah tingginya kasus balang di Indonesia. (CNN Indonesia/Adi Ibrahim)
Mudahnya penularan balang membikin penyakit ini sigap menyebar, terutama di lingkungan dengan cakupan imunisasi rendah. Hartono mengingatkan orang tua dan masyarakat untuk tidak menganggap remeh penyakit ini, mengingat dampaknya bisa serius.
"Ini nan perlu diwaspadai para orang tua dan masyarakat," katanya.
Lonjakan kasus balang secara dunia juga menunjukkan bahwa penyakit ini belum sepenuhnya terkendali, apalagi di beberapa negara nan sebelumnya sudah nyaris bebas campak.
Di tengah kondisi ini, meningkatkan kesadaran terhadap imunisasi dan perlindungan anak menjadi langkah krusial agar penyebaran tidak semakin meluas.
(anm/asr)
Add
as a preferred source on Google
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·