slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Ini 4 Tanda Pria Merasa Lelah Secara Emosional, Kamu Perlu Tahu

Sedang Trending 2 jam yang lalu

CNN Indonesia

Kamis, 23 Apr 2026 19:00 WIB

Siapa saja bisa merasa capek secara emosional, tak terkecuali pria. Apa saja tandanya? Ilustrasi. Ada beberapa tanda tersembunyi dari laki-laki nan merasa capek secara emosional. (iStock/PrathanChorruangsak)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Siapa saja bisa merasa capek secara emosional, tak terkecuali pria. Namun sayang, pria umumnya sering menyembunyikan rasa lelahnya.

Alih-alih memperlihatkan emosinya dengan gamblang, sebagian laki-laki justru condong memilih untuk berpura-pura baik-baik saja.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bukan tanpa alasan, kebiasaan ini muncul lantaran konsep maskulinitas nan dipercaya kudu membikin laki-laki menjadi sosok nan kuat. Sebuah laporan berjudul 'Man Box' nan diluncurkan oleh Equimondo dan Axe menyoroti perihal ini.

Penelitian nan dilakukan pada laki-laki usia 18-30 tahun di Amerika Serikat (AS), Inggris, dan Meksiko ini mengungkapkan bahwa sebagian besar laki-laki tetap merasa kudu untuk hidup dalam 'man box'. Istilah terakhir merujuk pada bangunan kaku dari pendapat budaya tentang identitas pria.

Norma-norma pada 'man box' setidaknya berpusat pada tujuh pilar. Salah satunya bicara soal sikap handal nan konon kudu dimiliki pria.

Sayangnya, kebiasaan ini bisa berakibat jelek untuk kesehatan mental. Berpura-pura bahwa semuanya baik-baik saja membikin emosi dan pikiran menumpuk hingga memicu stres berlebih.

Tanda laki-laki merasa capek secara emosional

Memahami tanda-tanda capek emosional pada laki-laki krusial untuk diketahui demi mencegah masalah lebih lanjut akibat penumpukan emosi.

Kamu bisa mendeteksi rasa capek pasangan lewat tanda-tanda berikut, merangkum beragam sumber.

1. Sering mengeluarkan humor

Berguyon tak selalu menandakan kondisi hati nan baik. Seorang laki-laki bisa saja melontarkan lelucon dan menertawakan dirinya sendiri.

Mengutip Your Tango, antropolog Helen Fisher mengatakan, laki-laki belajar menggunakan lawaksebagai sistem pertahanan diri. Bahasa lelucon dapat membantu menyamarkan emosi gelapnya.

Mengeluarkan lawakjadi langkah mereka untuk menjaga suasana tetap ringan, apalagi di saat kewalahan.

2. Menghindari percakapan mendalam

Percakapan mendalam jadi salah satu perihal nan dihindari laki-laki saat merasa capek secara emosional.

"Secara umum, laki-laki lebih 'terkendali secara emosional' daripada wanita. Artinya, laki-laki tidak senyaman wanita dalam berbagi pemikiran-pemikiran mendalamnya," ujar Fisher.

Saat merasa lelah, lanjut Fisher, laki-laki condong kehilangan kendalinya. Alih-alih mengeluarkannya secara total, mereka boleh jadi memilih untuk mengontrolnya demi meminimalisasi hal-hal nan tidak diinginkan.

3. Tak mau mencari bantuan

Pria jarang mencari bantuan, apalagi saat kondisi terburuk sekalipun. Mereka enggan berjuntai dengan orang lain.

Mengutip Science Direct, sebuah studi berjudul 'Man, Work, and Mental Health: A Systematic Review of Depression in Male' menemukan, laki-laki enggan mencari support kesehatan mental lantaran norma maskulinitas.

Selain itu, peneliti juga mencatat, tingkat literasi kesehatan mental ditemukan lebih rendah pada pria. Akibatnya, mereka condong jarang membicarakan kesehatan mental, apalagi mencari support profesional.

4. Lebih mudah marah

Seorang laki-laki mungkin bisa terlihat baik-baik saja, tapi emosi biasanya muncul dengan langkah lain. Salah satunya lewat agresi.

Sebagaimana studi dari Equimondo dan Axe di atas, penggunaan agresi jadi salah satu jalan ninja laki-laki mengeluarkan emosinya.

Menukil Forbes, sebuah survei dari situs pengembangan pekerjaan My Perfect Resume juga menemukan, laki-laki dan wanita mengekspresikan stres secara berbeda. Wanita condong menarik diri saat merasa kelelahan. Sementara laki-laki menjadi lebih rentan terhadap ledakan emosi.

Tanda-tanda di atas hanya gambaran umum dari kebiasaan sebagian besar pria. Artinya, tak semua laki-laki punya kebiasaan nan sama.

Kendati demikian, nan perlu diingat adalah mengeluarkan emosi merupakan kebiasaan nan sehat. Emosi nan dibiarkan terpendam dalam waktu lama bisa menumpuk hingga memicu stres berlebih. Baik laki-laki maupun wanita, berkuasa untuk mengeluarkan emosinya.

(asr)

Add as a preferred
source on Google

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru