Jakarta, CNN Indonesia --
Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak kebaikan dan ibadah di bulan Muharram, seperti menjalankan puasa sunnah Tasua dan Asyura.
Hal ini dikarenakan terdapat banyak keistimewaan puasa Tasua dan Asyura nan diberikan oleh Allah Swt kepada siapa saja nan menjalankan puasa sunnah di bulan Muharram.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Puasa Tasua dilaksanakan sehari sebelum puasa Asyura, ialah pada 9 Muharram. Tahun ini, puasa Tasua dilaksanakan pada 5 Juli 2025 dan puasa Asyura pada 6 Juli 2025.
Puasa sunnah nan dilakukan pada bulan Muharram ini sangat istimewa. Bahkan Nabi Muhammad Saw menggambarkan jika puasa di bulan Muharram ini mempunyai kedudukan nan lebih tinggi jika dibanding puasa sunnah nan lain, setelah puasa di bulan Ramadhan.
Hal ini berasas sabda Rasulullah Saw nan diriwayatkan oleh Muslim.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللهِ الْمُحَرَّمُ، وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعدَ الفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ. (رواه مسلم)
Artinya: "Diriwayatkan dari Abu Hurairah Ra, berkata: Rasulullah Saw bersabda: 'Puasa nan paling utama setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, Muharram, dan sholat nan paling utama setelah sholat fardu adalah sholat malam'." (HR Muslim).
Keutamaan puasa sunnah di bulan Muharram
Dilansir dari laman NU Online dan sumber lainnya, terdapat beragam keistimewaan puasa di bulan Muharram bagi umat Islam yang menjalankan ibadah ini. Berikut keutamaannya:
1. Menghapus dosa setahun lalu
Keutamaan puasa di bulan Muharram nan pertama adalah dihapusnya dosa-dosa nan terjadi setahun nan lalu. Hal ini berasas sabda Nabi Muhammad Saw dalam sebuah sabda nan diriwayatkan oleh Muslim.
عَنْ أَبي قَتَادَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ صِيامِ يَوْمِ عَاشُوراءَ، فَقَالَ: يُكَفِّرُ السَّنَةَ المَاضِيَةَ. (رواه مسلم)
Artinya: "Diriwayatkan dari Abu Qatadah Ra: sungguh Rasulullah Saw berfirman pernah ditanya tentang keistimewaan puasa hari Asyura, lampau beliau menjawab: 'Puasa Asyura melebur dosa setahun nan telah lewat'." (HR Muslim).
2. Puasa nan paling utama
Puasa sunnah di bulan Muharram, khususnya pada hari Asyura adalah puasa nan paling utama setelah puasa Ramadhan.
Hal ini berasas sabda dari Abu Hurairah: "Puasa (sunnah) nan paling utama setelah bulan Ramadhan adalah pada bulan Allah ialah Muharram."
3. Puasa di bulan mulia
Muharram adalah salah satu dari bulan-bulan mulia dalam Islam. Bulan Muharram juga dikenal sebagai "bulan Allah" dan dilarang untuk bertempur pada masa sebelum hijrah.
Ibadah nan dilakukan pada bulan ini, termasuk puasa Tasua dan Asyura, sangat disukai oleh Allah Swt.
4. Puasa pembeda
Dalam sebuah sabda nan diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Rasulullah Saw menyampaikan kepada umatnya untuk menjalankan ibadah puasa Tasua untuk membedakan umatNya dengan umat kepercayaan lain. Pasalnya, umat kepercayaan lain juga ada nan menjalankan ibadah puasa di hari Asyura.
Dalam sabda ini juga diungkapkan jika puasa sunnah di bulan Muharram juga bisa dilakukan setelah puasa Asyura, alias pada 11 Muharram.
عَنِ ابْنِ عَبَّاس رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا مَرْفُوعًا: صُومُوا يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَخَالِفُوا الْيَهُودَ، صُومُوا يَوْمًا قَبْلَهُ أَوْ يَوْمًا بَعْدَهُ (رواه أحمد)
Artinya: "Diriwayatkan dari Ibnu Abbas Ra, Rasulullah bersabda: 'Puasalah kalian pada hari Asyura dan bedakan dengan kaum Yahudi, puasalah kalian sehari sebelum alias sesudahnya'." (HR Ahmad).
5. Mendapat pahala puasa 30 hari
Allah Swt bakal mengganjar umat Nabi Muhammad Saw dengan pahala nan besar jika menjalankan ibadah puasa di bulan Muharram ini.
Berdasarkan sabda nan diriwayatkan oleh Ibnu Abbas Ra, Rasulullah mengungkapkan jika muslimin nan menjalankan puasa di bulan Muharram bakal mendapat pahala seperti puasa 30 hari.
Bacaan niat puasa sunnah Tasua dan Asyura
Berbeda dengan puasa wajib nan kudu dibaca pada malam hari (madzab Syafi'i), umat Islam dapat melafalkan niat puasa Tasua alias Asyura pada pagi hari, asalkan belum melakukan aktivitas nan membatalkan puasa, seperti makan dan minum sejak fajar. Berikut referensi niatnya.
Niat puasa Tasua
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i sunnatan Tasu'a lillahi ta'ala.
Artinya: Aku beriktikad puasa sunnah Tasua besok hari lantaran Allah Swt.
Niat puasa Asyura
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ ِعَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin'an ada'i sunnatil asyura lillahi ta'ala.
Artinya: Aku beriktikad puasa sunah Asyura besok hari lantaran Allah Swt.
Niat puasa Tasua dan Asyura
Selain itu, bisa juga membaca niat puasa sunnah di bulan Muharram seperti berikut ini.
نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء أو عَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma hadzal yaumi 'an ada'i sunnati Tasu'a awil asyura lillahi ta'ala
Artinya: Aku beriktikad puasa sunnah Tasu'a alias Asyura hari ini lantaran Allah Swt.
Itulah keistimewaan puasa di bulan Muharram nan bakal didapatkan oleh umat Islam nan menjalankannya dilengkapi dengan referensi niatnya. Semoga bermanfaat.
(ahd/juh)
9 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·