slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Inter Milan Vs Barcelona: Colloseum Tak Ramah Bagi Spagnoli

Sedang Trending 8 bulan yang lalu

ANALISIS

Abdul Susila | CNN Indonesia

Selasa, 06 Mei 2025 06:51 WIB

Inter Milan begitu kuat di kandang musim ini, sementara Barcelona punya rekam jejak nan kurang oke di Italia. Inter Milan tampil menggemparkan saat berjamu ke Barcelona. (REUTERS/Albert Gea)

Jakarta, CNN Indonesia --

Musim ini hanya ada dua tim nan bisa mengalahkan Inter Milan di kandang, AC Milan dan AS Roma. Bisakah Barcelona jadi tim nan ketiga?

Inter Milan bakal menjamu Barcelona pada leg kedua babak semifinal Liga Champions Eropa 2024/2025 di Stadion Giuseppe Meazza pada Selasa (6/5) alias Rabu (7/5) awal hari WIB.

Pertandingan leg pertama berhujung dengan skor 3-3. Pada duel ini Inter hanya menguasai 28,5 persen ball possession, tetapi efektif di serangan kembali dan situasi bola mati.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Denzel Dumfries, nan namanya terinspirasi tokoh kawakan Hollywood Denzel Washington, jadi pemeran utama kejutan Inter Milan. Bek sayap kanan ini menyumbang dua gol.

Opta mencatat performa Dumfries sangat optimal. Dari 12 duel, dia hanya kalah tiga kali. Sebanyak 66,7 persen serangan efektif I Nerazzurri juga berasal dari sebelah kanan.

Hasil seri di Spanyol, jelas saja membikin kepercayaan diri tim didikan Simone Inzhagi ini melambung tinggi. Nicolo Barella dan kawan-kawan optimistis menatap laga kandang.

Sejarah mencatat, Inter hanya sekali kalah dari Barcelona di kandang. Dari 13 pertemuan, sudah enam kali Inter menjadi tuan rumah dan menang dua kali, sisanya imbang.

Tentu saja hasil seri tak dibidik Inter dalam laga kandang ini. Bagi Inter, adu penalti bukan solusi. Catatan sejarah Inter kurang bagus dalam perihal tendangan 12 pas di arena kontinental.

Bermain terbuka jelas bukan jalan keluar pula. Barcelona sangat rawan saat menghadapi musuh nan tidak disiplin di garis pertahanan. Raphinha dan Lamine Yamal bakal bersenang-senang.

Berkaca dari leg pertama, sepertinya susunan lima bek saat bertahan, bakal kembali diterapkan. Bedanya, Inter kemungkinan bakal bermain lebih terbuka untuk menekan.

Statistik musim ini memperlihatkan, ball possession Inter tak pernah di bawah 40 persen saat main di kandang. Mungkin, filosofi 'cara terbaik memperkuat adalah menyerang' bakal diterapkan.

Baca lanjutan kajian ini di laman selanjutnya>>>


Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru