slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Ipdn Buka Pendaftaran 2025, Ini Provinsi Yang Dapat Kuota Terbesar

Sedang Trending 9 bulan yang lalu
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Seleksi Penerimaan Calon Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (SPCP IPDN) 2025 telah dibuka sejak 29 Juni 2025. Calon peserta dapat mendaftar secara online melalui laman resmi sekolah kedinasan BKN https://dikdin.bkn.go.id.

Calon pelamar perlu mengetahui provinsi dengan jumlah kuota terbanyak IPDN 2025 untuk memperbesar kesempatan lolos dan diterima sebagai praja.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk seleksi tahun ini, IPDN membuka total 1.601 susunan nan tersebar di seluruh provinsi Indonesia.

Sebagai lembaga pendidikan kedinasan di bawah Kementerian Dalam Negeri, IPDN mencetak lulusan nan disebut sebagai Purna Praja, nan nantinya bakal ditempatkan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Penempatan bisa di level pemerintah pusat hingga daerah. Lulusan IPDN mempunyai prospek kerja luas lantaran langsung disiapkan untuk birokrasi pemerintahan.

Tahun ini, sistem pengedaran kuota berasas wilayah provinsi dan kabupaten/kota tetap diberlakukan. Berikut rincian wilayah dengan kuota terbesar IPDN 2025, serta persyaratan dan proses pendaftarannya.


Kuota terbesar IPDN 2025 per wilayah

Berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 800.1.2.2-2442 Tahun 2025, total kuota IPDN tahun ini mencapai 1.601 kursi.

Beberapa provinsi memperoleh alokasi terbanyak ada di Jawa Timur. Berikut rinciannya.

  • Jawa Timur: 70 orang
  • Jawa Tengah: 67 orang
  • Sumatera Utara: 61 orang
  • Sulawesi Selatan: 48 orang
  • Jawa Barat: 48 orang
  • Nusa Tenggara Timur (NTT): 46 orang
  • Aceh: 44 orang

Daerah-daerah dengan jumlah kuota tinggi ini memberikan kesempatan lebih besar bagi calon peserta, meskipun tetap bersaing ketat lantaran banyaknya peminat.

Di sisi lain, alokasi kuota juga diberikan unik untuk Orang Asli Papua (OAP) di wilayah seperti Papua, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Selatan, dan Papua Barat Daya. Setiap kabupaten/kota di wilayah tersebut umumnya mendapat jatah dua susunan OAP, serta beberapa non-OAP di tingkat provinsi.


Syarat pendaftaran IPDN 2025

Untuk dapat mengikuti seleksi masuk IPDN 2025, berikut syarat-syarat nan kudu dipenuhi.

Syarat umum

  • Warga Negara Indonesia
  • Usia minimal 16 tahun dan maksimal 21 tahun per 1 Januari 2025
  • Tinggi badan minimal 160 cm (pria) dan 155 cm (wanita)


Syarat administratif

  • Lulusan SMA/MA, bukan SMK alias Paket C
  • Nilai rata-rata piagam minimal 73,00 (khusus wilayah Papua dan sekitarnya minimal 65,00)
  • Nilai Bahasa Inggris minimal 75,00 (dikecualikan untuk peserta dari wilayah Papua)
  • Melampirkan sertifikat TOEFL (min. 400) alias IELTS (min. 5.0), (juga dikecualikan bagi peserta dari Papua dan sekitarnya)
  • Pasfoto 4x6 berlatar merah, mengenakan kemeja putih polos


Syarat tambahan

  • Tidak bertato alias bertindik (untuk pria)
  • Tidak menggunakan kacamata alias lensa kontak
  • Belum pernah menikah, melahirkan, alias diberhentikan dari perguruan tinggi manapun
  • Bersedia tidak mengundurkan diri setelah lulus seleksi
  • Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia


Cara daftar SPCP IPDN 2025

Berikut langkah-langkah pendaftaran IPDN 2025.

  1. Kunjungi portal resmi: https://dikdin.bkn.go.id
  2. Buat akun dengan NIK dan Nomor KK
  3. Login dan pilih sekolah kedinasan IPDN
  4. Lengkapi riwayat hidup dan unggah arsip sesuai syarat
  5. Cetak kartu pendaftaran dan lanjutkan proses pada portal resmi SPCP IPDN.

Demikian info mengenai provinsi dengan jumlah kuota terbanyak IPDN 2025, komplit dengan syarat dan langkah daftarnya.

(gas/fef)

[Gambas:Video CNN]

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru