Jakarta, CNN Indonesia --
Salah satu ibadah nan mempunyai keistimewaan dalam Islam adalah puasa Ayyamul Bidh, ialah puasa nan dilaksanakan pada pertengahan bulan hijriah.
Apabila hendak melaksanakan puasa di pertengahan bulan Rabiul Awal 1447 hijriah, pastikan Anda sudah mengetahui agenda puasa Ayyamul Bidh di bulan September 2025.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rasulullah Saw menganjurkan umatnya untuk berpuasa tiga hari setiap bulan. Amalan ini merupakan salah satu ibadah sunnah nan ringan untuk dikerjakan, tetapi ganjarannya besar.
Jadwal puasa Ayyamul Bidh September 2025
Penentuan agenda puasa Ayyamul Bidh memerlukan konversi dari almanak hijriah ke almanak masehi. Pasalnya, penanggalan hijriah bergeser sekitar 10-11 hari lebih sigap setiap tahunnya dibanding almanak Masehi.
Di bulan September 2025, bagian awal bulan bertepatan dengan pertengahan bulan Rabiul Awal 1447 H, nan menjadi waktu penyelenggaraan puasa Ayyamul Bidh. Berikut perhitungannya berasas kalender:
- Sabtu, 6 September 2025 (13 Rabiul Awal 1447 H)
- Minggu, 7 September 2025 (14 Rabiul Awal 1447 H)
- Senin, 8 September 2025 (15 Rabiul Awal 1447 H)
Niat puasa Ayyamul Bidh
Dikutip dari laman NU Online, Hukum puasa Ayyamul Bidl adalah sunnah muakkad. Tata langkah menjalankannya sama saja seperti puasa biasa, bakal tetapi niat nan perlu Anda ucapkan adalah sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ayyâmil bîdl lilâhi ta'ala.
Artinya: Saya niat puasa Ayyamul Bidl (hari-hari nan malamnya cerah), lantaran Allah taala.
Mengenal puasa Ayyamul Bidh
Dalam buku Fiqih Puasa karya M. Hasyim Ritonga, istilah Ayyamul Bidh berasal dari riwayat turunnya Nabi Adam As ke Bumi. Dikisahkan bahwa ketika beliau diturunkan ke Bumi, seluruh tubuhnya terbakar oleh sinar mentari sehingga menjadi hitam.
Lalu, Allah Swt memberikan wahyu agar dia berpuasa selama tiga hari, ialah tanggal 13, 14, dan 15 dalam almanak hijriah. Nabi Adam pun langsung menjalankan perintah tersebut.
Pada hari pertama berpuasa, sepertiga tubuhnya menjadi putih. Pada hari kedua, dua pertiga tubuhnya kembali memutih. Hingga akhirnya setelah puasa hari ketiga, seluruh tubuhnya berubah menjadi putih.
Di samping riwayat ini, terdapat pula pendapat lain nan menjelaskan bahwa penamaan Ayyamul Bidh disebabkan oleh kondisi malam pada tanggal 13, 14, dan 15 bulan hijriah nan terang benderang lantaran sinar bulan purnama.
Kalender hijriah mengikuti siklus peredaran bulan, dan pada pertengahan bulan sinar rembulan memancar paling terang sehingga malam-malam tersebut tampak "putih".
Keutamaan puasa Ayyamul Bidh
Ayyamul Bidh merupakan ibadah sunnah nan mempunyai banyak keutamaan. Abdullah ibn Amr ibn 'Ash Ra meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda:
"Berpuasalah selama tiga hari setiap bulan. Karena, sesungguhnya kebaikan pada hari itu dihitung sepuluh kali lipat dan nilainya sama seperti berpuasa sepanjang tahun." (HR. Muttafaq 'Alaih).
Oleh karena itu, Rasulullah Saw Beliau apalagi memberikan nasihat langsung kepada sahabat-sahabatnya agar membiasakan ibadah sunnah ini. Dalam sebuah riwayat, dijelaskan bahwa Rasulullah Saw berfirman kepada Abu Dzar Al-Ghifari:
"Hai Abu Dzar, jika kau hendak berpuasa sunnah setiap bulan, lakukanlah puasa pada tanggal 13, 14, dan 15," (HR. Tirmidzi).
Rasulullah Saw juga memberikan nasihat nan sama kepada sahabat dekatnya, Abu Hurairah Ra, Abu Hurairah sendiri menceritakan:
"Rasulullah Saw berpesan kepadaku tiga hal, ialah berpuasa setiap bulan, mengerjakan dua rakaat shalat Dhuha, dan sholat witir sebelum tidur," (HR. Bukhari Muslim).
Demikian agenda puasa Ayyamul Bidh di bulan September 2025 dilengkapi dengan keistimewaan dan referensi niatnya. Semoga dapat bermanfaat.
(han/juh)
7 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·