Jakarta, CNN Indonesia --
Kerongkongan dan tenggorokan adalah dua organ nan sering dianggap sama, padahal keduanya mempunyai peran dan kegunaan nan sangat berbeda dalam tubuh manusia.
Memahami perbedaan kerongkongan dan tenggorokan krusial agar kita tidak salah mengartikan kegunaan masing-masing organ tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk lebih jelasnya, simak perbedaan kerongkongan dan tenggorokan, mulai dari pengertian, penjelasan letak, struktur, serta fungsinya.
1. Pengertian dan letak
Melansir dari kitab Modul Pembelajaran SMA Biologi Kelas XI oleh Nur Risnawati Kusuma dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, kerongkongan alias esofagus adalah organ berbentuk tabung panjang.
Organ ini menjadi penghubung antara rongga mulut dan lambung. Panjangnya sekitar 25 cm pada orang dewasa dan terletak di belakang trakea hingga menembus diafragma sebelum masuk ke lambung.
Sementara itu, tenggorokan adalah saluran utama dalam sistem pernapasan nan menghubungkan rongga hidung, mulut, dan paru-paru. Tenggorokan berbentuk tabung dengan panjang sekitar 10 cm, terletak sebagian di leher dan sebagian di rongga dada.
2. Struktur
Kerongkongan mempunyai dua jenis otot nan berbeda. Bagian atas alias faring tersusun dari otot lurik nan bekerja secara sadar sehingga kita bisa mengendalikan proses menelan.
Namun, setelah makanan melewati bagian tersebut, kerja kerongkongan sepenuhnya dikendalikan oleh sistem saraf otonom sehingga melangkah otomatis tanpa kita sadari.
Dengan perannya ini, kerongkongan bukan sekadar saluran, tetapi juga pengatur krusial dalam memastikan makanan beranjak dengan kondusif ke lambung tanpa tersangkut di sepanjang jalurnya.
Sementara tenggorokan mempunyai tembok nan kaku lantaran disokong cincin tulang rawan. Bagian dalamnya dilapisi epitel bersilia nan berfaedah menyaring partikel asing agar tidak masuk ke saluran pernapasan.
Di dalam tenggorokan terdapat beberapa bagian penting, salah satunya faring (tekak) nan terletak di belakang rongga mulut dan hidung. Faring menjadi persimpangan antara saluran pernapasan dan saluran pencernaan.
3. Fungsi
Fungsi utama kerongkongan adalah sebagai jalur transportasi makanan dan minuman nan sudah dikunyah dari mulut menuju lambung.
Meskipun tidak terlibat langsung dalam proses pencernaan kimiawi, kerongkongan mempunyai peran krusial melalui mobilitas peristalsis, ialah kontraksi otot bergelombang nan mendorong makanan turun dengan lancar.
Gerakan ini terjadi berkah otot-otot memanjang dan melingkar pada tembok kerongkongan nan bekerja bergantian. Proses tersebut memungkinkan makanan bergerak meskipun kita sedang berebahan alias melawan gravitasi.
Sementara pada pangkal tenggorokan terdapat laring dengan katup epiglotis nan bekerja mengatur jalannya makanan dan udara ke saluran masing-masing, sekaligus melindungi saluran pernapasan saat menelan.
Laring juga dilengkapi pita bunyi nan berfaedah menghasilkan bunyi ketika kita berbicara. Dari laring, udara bakal masuk ke batang tenggorokan (trakea) nan tersusun atas cincin tulang rawan.
Trakea kemudian bercabang menjadi dua bronkus (kanan dan kiri) nan menuju ke paru-paru, lampau bercabang lagi menjadi bronkiolus nan lebih kecil. Struktur ini memastikan udara dapat masuk dan terdistribusi ke seluruh jaringan paru-paru dengan baik.
Demikian perbedaan kerongkongan dan tenggorokan pada manusia. Kerongkongan alias esofagus merupakan bagian dari sistem pencernaan nan berbentuk tabung dan berfaedah menghubungkan mulut dengan lambung.
Tugas utamanya adalah menghantarkan makanan dan minuman hasil kunyahan menuju lambung melalui aktivitas peristaltik. Tentunya perihal ini berbeda dengan tenggorokan, faring, hingga trakea adalah bagian dari sistem pernapasan.
Organ ini menghubungkan rongga hidung dan mulut dengan paru-paru, berkedudukan menyalurkan udara pernapasan, menyaring kotoran dengan support silia, melindungi saluran napas dengan epiglotis, serta menghasilkan bunyi melalui pita suara.
Dengan kata lain, kerongkongan menjadi jalur makanan, sedangkan tenggorokan berfaedah sebagai jalur udara.
(sac/juh)
6 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·