CNN Indonesia
Jumat, 06 Feb 2026 06:31 WIB
Ilustrasi. Sebaiknya jangan tunggu patah tulang. Anda perlu mengenal tanda awal osteoporosis sebelum terlambat. (Florence Febriani Susanto)
Jakarta, CNN Indonesia --
Banyak orang baru menyadari osteoporosis setelah mengalami patah tulang akibat tumbukan ringan nan sebelumnya tidak pernah dianggap berbahaya. Sebaiknya kenali tanda awal osteoporosis berikut ini.
Seiring bertambahnya usia, jaringan tulang nan sudah tua dapat rusak lebih sigap daripada nan baru terbentuk. Hal ini dapat menyebabkan tulang menjadi lebih rentan nan mengakibatkan osteoporosis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip dari Healthline, International Osteoporosis Foundation mengatakan penyakit ini memengaruhi 21,2 persen wanita di atas usia 50 tahun dan 6,3 persen laki-laki di atas usia nan sama di seluruh dunia.
Osteoporosis lebih berisiko terjadi pada wanita terutama setelah menopause, orang berumur di atas 50 tahun, mempunyai riwayat family osteoporosis, berat badan rendah, kurang aktivitas fisik, serta kekurangan kalsium dan vitamin D.
Tanda awal osteoporosis
Osteoporosis kerap disebut sebagai penyakit senyap lantaran berkembang perlahan tanpa indikasi nan jelas. Orang baru menyadari terkena osteoporosis setelah mengalami patah tulang meski hanya mengalami tumbukan ringan.
Padahal jauh sebelum tulang betul-betul rentan dan mudah patah, tubuh sebenarnya sudah memberikan sejumlah sinyal awal. Namun, tanda-tanda ini sering dianggap sepele alias dikaitkan dengan proses penuaan biasa.
Memahami tanda awal osteoporosis menjadi krusial agar penanganan bisa dilakukan lebih dini. Dengan penemuan sejak awal, akibat patah tulang, nyeri kronis, hingga penurunan kualitas hidup dapat ditekan.
Melansir dari Very Well Health, berikut merupakan tanda-tanda awal osteoporosis.
1. Tinggi badan berkurang
Berkurangnya tinggi badan secara perlahan bisa menjadi sinyal osteoporosis. Penyusutan ini terjadi akibat tulang belakang nan melemah dan mengalami tekanan alias retakan kecil.
Jika tinggi badan berkurang lebih dari 3,8 cm dalam waktu relatif singkat, maka kondisi ini patut diwaspadai dan perlu pemeriksaan lebih lanjut.
2. Postur tubuh membungkuk
Ilustrasi. Tubuh bungkuk jadi salah satu tanda awal osteoporosis. (Freepik.com)
Postur tubuh nan mulai membungkuk, terutama di bagian punggung atas, dapat menandakan adanya kerusakan pada tulang belakang. Pada osteoporosis, tulang belakang menjadi rentan dan mudah mengalami patah tekan.
Perubahan postur ini tidak hanya memengaruhi penampilan, tetapi juga dapat memicu nyeri punggung, gangguan pernapasan, dan keterbatasan gerak.
3. Nyeri punggung tiba-tiba
Nyeri punggung nan muncul secara mendadak tanpa penyebab jelas bisa berangkaian dengan patah tulang belakang akibat osteoporosis.
Rasa nyeri dapat muncul di punggung tengah alias bawah dan terkadang terasa sangat mengganggu aktivitas harian. Nyeri ini sering kali disalah artikan sebagai pegal biasa alias masalah otot, padahal bisa menjadi tanda kerusakan tulang.
4. Masalah gigi dan gusi
Kesehatan gigi juga dapat mencerminkan kondisi tulang. Gusi nan mudah turun, gigi goyang, alias perubahan posisi gigi dapat terjadi ketika tulang rahang mengalami penurunan kepadatan.
Jika masalah gigi muncul berbarengan dengan aspek akibat osteoporosis, maka pemeriksaan kepadatan tulang sebaiknya dipertimbangkan.
5. Masalah pencernaan
Masalah pencernaan bisa menjadi tanda peringatan osteoporosis. Gejalanya bisa meliputi nafsu makan berkurang, sigap merasa kenyang, sembelit, kembung, hingga nyeri perut.
Hal ini disebabkan oleh punggung bawah nan dapat diakibatkan oleh osteoporosis sehingga mengurangi ruang di perut dengan mendekatkan tulang rusuk ke panggul.
6. Mudah mengalami patah tulang
Patah tulang akibat aktivitas ringan seperti terjatuh dari posisi berdiri, membungkuk, alias apalagi batuk keras dapat menjadi tanda awal osteoporosis. Tulang nan sehat semestinya bisa menahan tekanan tersebut tanpa mengalami kerusakan.
Patah tulang akibat trauma ringan sering terjadi di pergelangan tangan, tulang belakang, dan pinggul. Kondisi ini tidak jarang menjadi tanda pertama seseorang didiagnosis osteoporosis.
7. Penurunan kepadatan tulang
Osteopenia atau berkurangnya kepadatan tulang dikenal sebagai tanda awal osteoporosis. Kondisi ini belum termasuk osteoporosis, tetapi menjadi peringatan bahwa tulang mulai kehilangan kekuatannya.
Osteopenia umumnya tidak menimbulkan keluhan apa pun dan hanya dapat diketahui melalui pemeriksaan kepadatan tulang. Meski begitu, fase ini krusial untuk mencegah kerusakan tulang nan lebih parah.
(nga/els)
[Gambas:Video CNN]
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·