CNN Indonesia
Minggu, 11 Jan 2026 21:45 WIB
Javier Bardem mengaku tak kaget jika dirinya masuk daftar hitam alias blacklisted akibat aktif dan terus bersuara mendukung Palestina. (REUTERS/Daniel Cole)
Jakarta, CNN Indonesia --
Javier Bardem mengaku tak kaget jika dirinya masuk daftar hitam alias blacklisted akibat aktif dan terus bersuara mendukung Palestina. Dia menyatakan bangga dan puas dengan pilihannya.
Hal itu disampaikan menyikapi rumor bintang No Country for Old Men itu masuk daftar hitam Paramount berbareng beberapa bintang Hollywood lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu bukan perihal mengejutkan, saya tidak kaget dengan perihal itu. Permasalahannya bukan tentang daftar hitam mereka, tapi dengan siapa Anda mau dan memilih untuk bekerja," kata Javier Bardem dalam wawancara berbareng Zeteo.
"Ini adalah sesuatu nan bakal terungkap dalam beberapa tahun mendatang," ucapnya seperti diberitakan Marca pada Rabu (7/1).
Dia kemudian menegaskan janji Hollywood beberapa waktu lalu. Aktor asal Spanyol itu ikut meneken janji nan menyatakan penolakan bekerja sama dengan lembaga dan perusahaan Israel nan terlibat genosida dan apartheid terhadap Palestina.
[Gambas:Video CNN]
Ikrar tersebut diterbitkan organisasi Pekerja Film untuk Palestina pada September 2025. Sesuai FAQ nan menyertai ikrar, itu bakal mencakup Festival Film Yerusalem, Festival Film Internasional Haifa, Docaviv, dan TLVfest.
Oleh karena itu, Bardem menyatakan janji tersebut bukan untuk melawan personal, agama, etnis, alias kewarganegaraan.
"Itu soal perusahaan dan entitas nan mendukung genosida ini dan apartheid, dan pendudukan nan ilegal," Bardem menegaskan.
Beberapa artis dari mereka nan ikut menandatangani janji tersebut adalah Emma Stone, Olivia Colman, Ayo Edebiri, Lily Gladstone, Mark Ruffalo, Hannah Einbinder, Peter Sarsgaard.
Ada pula Aimee Lou Wood, Paapa Essiedu, Gael Garcia Bernal, Riz Ahmed, Melissa Barrera, Cynthia Nixon, Tilda Swinton, Joe Alwyn, dan Josh O'Connor.
Menurut penyelenggara, deklarasi massa ini terinspirasi Filmmakers United Against Apartheid, nan didirikan Jonathan Demme, Martin Scorsese, dan 100 kreator movie terkemuka lainnya pada 1987 nan menuntut industri movie AS menolak mendistribusikan movie di Afrika Selatan pada masa apartheid.
(chri)
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·