slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Jawaban Chery Soal Depresiasi Harga Mobil Listrik China Bekas Anjlok

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Chery Sales Indonesia (CSI) mengakui nilai sebagian mobil listrik merek China ambruk di pasar mobil jejak dalam waktu singkat. Walau begitu produsen tak tinggal tak bersuara dan sedang menyiapkan beragam strategi buat perbaikan karena pamor di mobil jejak juga berangkaian dengan pengembangan merek.

Head of Brand CSI Rifki Setiawan menjelaskan depresiasi itu tergantung permintaan dan suplai. Sementara rumor nan muncul belakangan mengenai mobil listrik China di pasar mobil jejak salah satunya dikatakan soal baterai.

"Banyak memang jika rumor nan mengenai mobil listrik ini kan adalah baterai, baterainya mahal dan lain-lain itu memang mempengaruhi kekuatan jual belinya gitu di market," kata dia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Depresiasi nan terlalu deras bisa dianggap merugikan bagi pemilik pertama, namun Rifki menuturkan ada perihal nan semestinya diperhatikan ialah tentang biaya kepemilikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penghematan biaya kepemilikan mobil listrik China selama lima tahun dia katakan setara depresiasi dalam periode sama. Dia menyebut biaya kepemilikan itu dihitung dari pembayaran pajak tahunan, perawatan, penggunaan harian dan lain-lain.

"itu jika dihitung on par, artinya dia (mobil listrik China bekas) turun 50 persen dengan (mobil merek lain) nan (harga jual bekasnya) tetap stabil, jika secara value secara lima tahun ya sama," papar Rifki.

Hanya saja Rifki mengakui perbedaan utamanya adalah dari sisi baterai, nan dia sebut jadi hambatan utama. Seiring waktu ketahanan baterai menyimpan daya berkurang dan untuk membeli nan baru bisa menghabiskan duit ratusan juta rupiah.

CSI, seperti merek China lain, memberikan agunan baterai untuk model elektrifikasi seperti Tiggo 8 CSH dan J6 ialah selama 8 tahun alias 160.000 km. Selain itu konsumen juga mendapat agunan kendaraan selama 6 tahun alias 150.000 km.

Walau begitu Rifki menjelaskan agunan baterai itu hanya untuk tangan pertama, tidak dibawa ke pemilik baru.

Membeli mobil listrik jejak berfaedah hanya bakal memanfaatkan sisa kondisi baterai dari pemilik pertama, nan menimbulkan kekhawatiran kudu mengeluarkan dan ratusan juta rupiah buat menggantinya.

"Cuma kan kelak nan menjawab ke depannya ini bisa memperkuat alias enggak adalah penanammodal dari sisi baterai, nan menjadi hambatan utama kan. Artinya jika kelak ke depan ada penanammodal baterai nan dia bisa dipakai untuk beberapa merek, maksudnya pihak ketiga lah ya, dia bisa bikin mass production baterai untuk dipakai seperti handphone, itu mungkin bisa lebih murah," ujar dia. 

Dia bilang sudah ada beberapa pihak, terutama dari China, nan mau menjadi penanammodal itu di Indonesia tetapi posisinya sekarang tetap menunggu arah kebijakan pemerintah.

Sambil menunggu itu, Rifki bilang Chery bakal konsentrasi pula mengembangkan nilai tambah merek (brand equity) nan diakui bisa datang dari impresi bagus di pasar mobil bekas.

Salah satu nan bakal dijalankan intensif tahun depan adalah pengembangan jaringan dealer. Kuantiti dealer bakal ditambah hingga lebih dari 80 nan ditargetkan pada tahun ini.

(fea)

[Gambas:Video CNN]

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru