slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Jepang Hidupkan Lagi Stasiun Tua Abad Ke-19, Bakal Diubah Jadi Hotel

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

CNN Indonesia

Selasa, 17 Feb 2026 09:00 WIB

Stasiun Ichinomoto mempunyai gedung kayu nan dibangun pada abad ke-19. Usia stasiun kereta di Tenri, Prefektur Nara, Jepang ini sudah nyaris 128 tahun. Stasiun Ichinomoto, Tenri, Prefektur Nara di Jepang. (Degueulasse via Wikimedia Commons (CC-BY-3.0)

Jakarta, CNN Indonesia --

Setelah lama tak diurus, Stasiun Ichinomoto nan berumur ratusan tahun itu akhirnya merasakan kehangatan kembali. Stasiun kereta api ini tak lagi beroperasi, dan berubah menjadi hotel eksklusif bertema stasiun legendaris di Jepang.

Stasiun Ichinomoto memiliki gedung kayu nan dibangun pada abad ke-19 di Jepang. Usianya sudah nyaris 128 tahun, tetapi telah lama dia melewati tahun-tahun sunyi sejak masa keemasannya berakhir.

Ichinomoto dibangun di era Meiji, tepatnya di tahun 1898. Berlokasi di kota Tenri, Prefektur Nara, Stasiun Ichinomoto ini beraksi di Jalur JR Sakurai. Sejak saat itu, Ichinomoto ramai dilintasi oleh kereta api dan menjadi stasiun nan dituju oleh banyak orang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bentuk dari gedung ini sangat klasik, membuktikan bahwa dia adalah salah satu stasiun moyang di Jepang. Kayu berwarna coklat menjadi gedung utamanya. Secara umum bentuknya juga sederhana, hanya gedung persegi panjang dengan rel kereta api di bawahnya.

Walaupun sudah kuno, tetapi begitu otentik seperti memandang Jepang di masa lalu. Stasiun ini sudah melewati begitu banyak perubahan era di Jepang, tetapi dia seakan membeku dalam waktu. Bangunan ini tetap memperkuat dengan corak aslinya.

Masa kejayaannya telah lama usai, sekarang publik tak lagi sering mengunjungi Ichinomoto. Bahkan di tahun 2002, Stasiun Ichinomoto sudah tidak berawak, tidak ada lagi petugas nan menjaga di loket ataupun membantu penumpang nan hendak naik kereta dari stasiun ini.

Setiap hari kerja, tetap ada 54 kereta nan masuk dan keluar dari stasiun tersebut, setidaknya mempertahankan debar jantung Ichinomoto agar terus hidup. Namun, tidak banyak penumpang nan datang, pada tahun 2025 hanya tercatat 1.848 orang nan mengunjunginya.

Stasiun Ichinomoto sangat berupaya keras untuk memperkuat sebagai stasiun kereta api, tetapi perusahaan JR West nan mengelolanya saat itu mulai kewalahan.

Mereka kesulitan untuk memelihara gedung kayu tua ini, hingga akhirnya memilih lepas tangan dan menyerahkan Ichinomoto kepada pemerintah Kota Tenri.

Pihak Kotamadya kemudian membikin sebuah sayembara untuk meminta ide, sebaiknya tindakan apa nan diambil terhadap stasiun berumur ini. Sebuah perusahaan manajemen akomodasi asal Kyoto, Risshisha Co., kemudian mempunyai proposal proyek nan bagus.


Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru