CNN Indonesia
Rabu, 11 Jun 2025 16:36 WIB
Maskapai penerbangan berbiaya rendah, Jetstar Asia bakal menghentikan seluruh operasinya pada 31 Juli 2025. Ilustrasi. (AFP/WILLIAM WEST).
Jakarta, CNN Indonesia --
Maskapai penerbangan berbiaya rendah, Jetstar Asia bakal menghentikan seluruh operasinya pada 31 Juli 2025. Sekitar 500 tenaga kerja diperkirakan terkena akibat pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat penutupan ini.
Mengutip Channel News Asia, Rabu (11/6), perihal itu diketahui dari pengumuman nan disampaikan oleh induk perusahaannya, Qantas. Keputusan ini diambil di tengah kenaikan pengeluaran akibat tarif airport nan lebih tinggi dan persaingan ketat di antara maskapai berbiaya rendah di kawasan.
Jetstar Asia, nan berbasis di Singapura, bakal melanjutkan penerbangan selama tujuh pekan ke depan sebelum resmi tutup.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maskapai nan beraksi sejak Desember 2024 ini melayani sekitar 180 penerbangan mingguan ke 16 destinasi dari Bandara Changi.
Qantas menyatakan pihaknya bakal memberikan tunjangan pesangon dan jasa support pekerjaan, serta berupaya mencari kesempatan kerja bagi tenaga kerja terdampak di dalam Grup Qantas maupun maskapai lain di kawasan.
"Kami berkomitmen mendukung personil tim nan terdampak sebaik mungkin, termasuk dalam corak pesangon, support transisi karier, dan kesempatan kerja lain," ujar ahli bicara Jetstar Asia.
Jetstar Asia juga memastikan penumpang nan mempunyai tiket pada penerbangan nan dibatalkan bakal menerima pengembalian biaya penuh.
Grup Qantas bakal berupaya menempatkan ulang penumpang pada maskapai lain jika memungkinkan.
Menanggapi keputusan tersebut, Changi Airport Group (CAG) menyatakan kecewa namun menghormati pertimbangan komersial Jetstar Asia.
CAG menekankan konsentrasi saat ini adalah memastikan penumpang mendapat support dan gangguan dapat diminimalkan selama masa transisi.
CAG mencatat bahwa empat rute ialah dari Singapura ke Broome (Australia), Labuan Bajo (Indonesia), Okinawa (Jepang), dan Wuxi (Tiongkok) bakal terdampak langsung lantaran hanya dioperasikan oleh Jetstar Asia. CAG bakal bekerja sama dengan maskapai lain untuk mengembalikan konektivitas pada rute-rute tersebut.
Pada 2024, Jetstar Asia melayani sekitar 2,3 juta penumpang di Bandara Changi, setara dengan sekitar 3 persen dari total lampau lintas penumpang di airport tersebut.
[Gambas:Video CNN]
(ldy/sfr)
8 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·